Archive for category Renungan

Penawar Hati dengan Al-Qur’an

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” (Q.S Yunus: 57)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian” (Q.S Al-Isra’: 82)

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ
“Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman”” (QS. Al-Fushshilat: 44)

Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً: إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ القَلْبُ
“Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati” (HR. Bukhari, no. 52)

Berkata Abu Hurairah Radhiallahu’anhu:
اَلْقَلْبُ مَلِكٌُ وَالْأَعْضَاءُ جُنُوْدُهُ، فَإِذَا طَابَ الْمَلِكُ طَابَتْ جُنُوْدُهُ، وَإِذَا خَبُثَ الْمَلِكُ خَبُثَتْ جُنُوْدُهُ
“Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentaranya, apabila baik rajanya maka baik juga tentaranya, apabila buruk rajanya maka buruk juga tentaranya” (Riwayat Abdurrazaq dalam Al-Mushonnif XI/221, no. 20375)

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri Rahimahulloh berkata:
فداو قلبك فإن حاجة الله إلى عباده صلاح قلوبهم
“Obatilah hatimu, sebab kebutuhan Allah terhadap hamba-Nya terletak pada baiknya hati” (Hilyatul Auliyaa’ (II/176, no. 1832)

Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahulloh berkata:
فَمَنْ لَمْ يَشْفِهِ الْقُرْآنُ فَلَا شَفَاهُ الله، وَمَنْ لَم يَكْفِهِ فَلَا كَفَاهُ الله
“Barangsiapa yang tidak bisa disembuhkan dengan Al-Qur’an berarti Allah tidak memberikan kesembuhan padanya, dan barangsiapa tidak dicukupkan oleh Al-Qur’an maka Allah tidak memberikan kecukupan kepadanya” (Zaadul Ma’ad (IV/352))

Beliau juga berkata:
اُطْلُبْ قَلْبَكَ فِيْ ثَلاَثِ مَوَاطِنَ: عِنْدَ سَماعِ الْقُرْآنِ، وَفِيْ مَجَالِسِ الذِّكْرِ، وَفِيْ أَوْقَاتِ الْخُلْوَةِ، فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِيْ هَذِهِ الْمَوَاطِنِ، فَسَلِ اللهَ أَنْ يَمُنَّ عَلَيْكَ بِقَلْبٍِ، فَإِنَّهُ لَا قَلْبَ لَكَ
“Carilah hatimu pada 3 tempat: 1- Saat mendengarkan Al-Qur’an, 2- Ketika dalam majelis dzikir, dan 3- Di saat sedang menyendiri. Jika kamu tidak mendapatinya pada ketiga tempat tadi, maka memohonlah kepada Allah agar kamu diberi hati, karena kamu tidak memiliki hati lagi” (Al-Fawa’id, Hal: 219; Cet. Dar: Al-Hadits)

Ibrahim Al-Khowwash Rahimahullah berkata:
دَواء القلب خَمْسَةُ أَشْيَاءَ
١ – قراءةُ القرآن بالتدبّر
٢ – وخلاَءُ البطنِ
٣ – وقيامُ الليلِ
٤ – والتضرعُ عِندَ السَّحَرِ
٥ – وَمُجَالَسَة الصَّالِحِينَ
Obat hati ada 5 perkara:
1. Membaca Al-Qur’an dengan tadabbur
2. Perut yang kosong (berpuasa)
3. Sholat malam
4. Berdo’a dengan penuh tawadhuk di penghujung malam
5. Bermajelis bersama orang-orang sholeh
(Lih. At-Tibyan fiy Adab Hamalat Al-Qur’an, Hal. 84-85; Cet. Dar Ibnu Hazm)

Wallahu A’lam

Iklan

, , , , , ,

Tinggalkan komentar

Menggapai Ampunan di Bulan Ramadhan

  • Ramadhan Datang dan Pintu Neraka ditutup

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغَلَّقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Ramadhan telah datang kepada kalian, -ia adalah- bulan berkah, Allah -Azza wa Jalla- telah mewajibkan kepada kalian berpuasa. Di bulan itu pintu langit dibuka, dan pintu neraka Jahim ditutup dan syetan pembangkang dibelenggu. Demi Allah di bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapat kebaikannya, maka sungguh ia tidak mendapatkannya.” (Shahih lighoirihi; Sunanul Kubro An-Nasa’I no. 2427)

  • Pintu-pintu Kebaikan Terbuka Lebar

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ، وَمَرَدَةُ الجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

” Pada malam pertama bulan Ramadlan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satupun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru, wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah, Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadlan”. (HR. Tirmidzi no. 682)

  • Satu Hari saja Bepuasa Karena Allah bisa Menjauhkan dari Neraka Sejauh 70 Tahun; Bagaimana jika Sebulan Penuh ?

Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

“Barang siapa yang shoum (berpuasa) satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun” (HR. Bukhari no. 2840)

  • Amalan-amalan Penyebab Ampunan Allah

Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.(HR. Bukhari no. 38)

 مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa menegakkan Ramadlan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.(HR. Bukhari no. 37)

  • Rasulullah Menyatakan Kerugian Orang-orang yang Tak Mendapatkan Ampunan di Bulan Ramadhan

أن النبي صلى الله عليه وسلم رقى المنبر فلما رقى الدرجة الأولى قال آمين ثم رقى الثانية فقال آمين ثم رقى الثالثة فقال آمين فقالوا يا رسول الله سمعناك تقول آمين ثلاث مرات قال لما رقيت الدرجة الأولى جاءني جبريل صلى الله عليه وسلم فقال شقي عبد أدرك رمضان فانسلخ منه ولم يغفر له فقلت آمين ثم قال شقي عبد أدرك والديه أو أحدهما فلم يدخلاه الجنة فقلت آمين ثم قال شقي عبد ذكرت عنده ولم يصل عليك فقلت آمين

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah naik mimbar, maka tatkala menaiki tangga yang pertama beliau berkata, “Aamiin”. Kemudian ketika menaiki tangga yang kedua beliau berkata, “Aamiin”, lalu ketika menaiki tangga yang ketiga beliau berkata, “Aamiin”, maka mereka berkata, “Wahai Rasulullah! Kami telah mendengar engkau berkata, ‘Aamiin’ tiga kali.” Nabi bersabda, “Tatkala Saya menaiki tangga yang pertama maka datanglah Jibril ‘alaihissallam lalu berkata, “Celakalah seorang hamba yang mendapatkan bulan Ramadhan lalu dia meninggalkannya sedangkan dia tidak memohon ampun’ lalu Saya berkata, ‘Aamiin.’ Kemudian (Jibril) berkata, ‘Celakalah seorang hamba yang mendapati orang tuanya atau salah satunya (dalam keadaan tua), tapi tidak dapat masuk ke dalam surga (karena tidak berbakti).’ Lalu Saya berkata, ‘Aamiin.’ Kemudian dia (Jibril) berkata, ‘Celakalah seorang hamba yang namamu disebut di sisinya tapi dia tidak membacakan shalawat kepadamu.’ Lalu saya berkata, ‘Aamiin.'” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod, hadits no. 644)

Semoga kita tidak termasuk orang yang celaka karena mendapati Ramadhan sedangkan dosa-dosa tidak diampuni.

Wallahu A’lam

, , , , , , , ,

Tinggalkan komentar

Plesetan Singkatan VALENTINE’S DAY

Untuk Saudaraku Se-Islam dan Se-Aqidah, ini hanyalah pesan dari seorang yg peduli akan keadaan saudaranya yg latah atas nama peringatan “HARI KASIH SAYANG”:

Tahukah anda apa Valentine’s day itu, yaitu:

V=Virus bahaya
A=Atas nama cinta
L=Luapan negara
E=Eropa Italia
N=Nan mendunia
T=Terasuki oleh pemuda
I=Islam sedunia
N=Nusantara juga kena
E=Eh, nyatanya
S=Setiap 14 F perayaannya

D=Diri ini bersuara
A=Agar kita tak merayakannya
Y=Yg hanya merusak Agama saja

Ingat Sabda Nabi kita Sholallohu’alayhi wa sallam yg mulia, yg bermakna bahwasanya:
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia adalah termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud dalam Sunannya)

wallahu a’lam

, , , , , ,

Tinggalkan komentar

Berani Mencela Sahabat ??? Rasakan Akibatnya …..

Image

Teguran Ketika Berguru Kepada Orang yang Merendahkan Abu Bakar dan Umar

Amir Ismail bin Ahmad mengatakan:

جاءنا أبونا بمؤدب يعلمنا الرفض، فنمت، فرأيت النبي صلى الله عليه وسلم، ومعه أبو بكر، وعمر، فقال: لم تسب صاحبي  

“Bapak kami mendatangkan seorang guru yang mengajarkan aliran Rafidhah (Kaum yang menghina Abu Bakar, Umar dan sahabat lainnya, pen) kepada kami. Ketika tidur, aku bermimpi melihat Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersama Abu Bakar dan Umar. Beliau bertanya kepadaku: “Kenapa kamu mencaci maki dua sahabatku ?”

فوقفت، فقال لي بيده هكذا، ونفضها في وجهي، فانتبهت فزعاً أرتعد من الحمى. فمكثت على الفراش سبعة أشهر، وسقط شعري، فدخل أخي فقال: أيش قصتك فحدثته. فقال: اعتذر إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم. فاعتذرت وتبت. فما مر لي إلا جمعة حتى نبت شعري

Aku hanya berdiri. Lalu beliau bersabda kepadaku sambil mengibaskan tangannya ke wajahku. Aku terbangun ketakutan. Aku menggigil karena terserang demam. Selama tujuh bulan aku tergolek di atas tempat tidur. Rambutku mengalami kerontokan. Saudaraku datang menjengukku dan meminta supaya aku bercerita. Mendengar pengalaman yang kuceritakan, ia berkata: “Minta maaflah kepada Rasulullah”. Kemudian, aku minta maaf dan bertobat. Sepekan kemudian rambutku tumbuh kembali”. (Tarikh al-Islam, Karya Imam Adz-Dzahabi, hal. 109)

Adzab Bagi Pencela Ali bin Abi Thalib

Qais bin Abu Hazim berkata:

كنت بالمدينة فبينا أنا أطوف في السوق إذ بلغت أحجار الزيت فرأيت قوما مجتمعين على فارس قد ركب دابة وهو يشتم علي بن أبي طالب والناس وقوف حواليه إذ أقبل سعد بن أبي وقاص فوقف عليهم فقال ما هذا فقالوا رجل يشتم علي بن أبي طالب

“Ketika aku di Madinah dan sedang berkeliling di pasar, aku melihat beberapa orang mengerumuni seorang berkebangsaan Persia di dekat tumpukan batu. Di atas punggung kudanya, orang itu mencaci maki Ali bin Abu Thalib. Sementara orang-orang hanya bisa berdiri di sekelilingnya. Tiba-tiba muncul Sa’ad bin Abu Waqqosh. Ia ikut bergabung dengan mereka. Ia bertanya, kenapa orang itu ?. Mereka menjawab: ‘Ia sedang mencaci maki Ali bin Abu Thalib’.

فتقدم سعد فأفرجوا له حتى وقف عليه فقال يا هذا على ما تشتم علي بن أبي طالب ألم يكن أول من أسلم ألم يكن أول من صلى مع رسول الله صلى الله عليه وسلم ألم يكن أزهد الناس ألم يكن أعلم الناس

Sa’ad segera merangsak ke depan dan tiba di dekat orang itu. Dengan marah Sa’ad berkata: “Hai, kenapa kamu mencaci maki Ali bin Abu Thalib ? Bukankah dia orang pertama masuk Islam ? Bukankah ia orang pertama Sholat bersama Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam ? Bukankah ia orang yang paling zuhud ? Bukankah ia orang yang paling berilmu ?

وذكر حتى قال ألم يكن ختن رسول الله صلى الله عليه وسلم على ابنته ألم يكن صاحب راية رسول الله صلى الله عليه وسلم في غزواته

Sa’ad terus menyebutkan keutamaan-keutamaan Ali, sampai akhirnya ia berkata: “Bukankah ia menantu Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam ? Bukankah ia yang membawa bendera Islam dalam beberapa pertempuran yang diikuti oleh Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam ?

ثم استقبل القبلة ورفع يديه وقال اللهم إن هذا يشتم وليا من أوليائك فلا تفرق هذا الجمع حتى تريهم قدرتك

Lalu Sa’ad menghadap ke arah kiblat. Sambil mengangkat tangan ia berdo’a: “Ya Allah, orang ini telah berani mencaci-maki salah seorang kekasih-Mu. Tolong jangan bubarkan orang-orang ini sebelum Engkau tunjukkan kekuasaan-Mu kepada mereka”.

قال قيس فوالله ما تفرقنا حتى ساخت به دابته فرمته على هامته في تلك الأحجار فانفلق دماغه ومات

Qais berkata: “Demi Allah, sebelum kami bubar tiba-tiba kuda yang dinaiki oleh orang itu melemparkan tubuhnya mengenai tumpukan batu sehingga otaknya keluar dan ia mati seketika”. (Mustadrak ‘ala Shahihain, Imam Hakim hadits no. 6121; Shahih atas syarat Shahihain)

Bencana Kepada Pencela Abu Hurairah

قال القاضي أبا الطيب: كنا في مجلس النظر بجامع المنصور فجاء شاب خراساني فسأل عن مسألة المصراة فطالب بالدليل حتى استدل بحديث أبي هريرة الوارد فيها

Al-Qadhi Abu Thoyyib berkata: “Suatu ketika kami berada di sebuah majlis di Jami;’ Al-Manshur. Datanglah seorang pemuda dari Khurasan. Kemudian dia bertanya tentang masalah ternak yang tidak diperah beberapa hari hingga ambing susunya penuh, dan dia meminta dalilnya. Kemudian disampaikan kepadanya hadits Abu Hurairah yang menyebutkan hal tersebut.

فقال وكان حنفيا أبو هريرة غير مقبول الحديث  فما استتم كلامه حتى سقط عليه حية عظيمة من سقف الجامع فوثب الناس من أجلها وهرب الشاب منها وهي تتبعه  فقيل له تب تب فقال تبت فغابت الحية فلم ير لها أثر  إسنادها أئمة 

Pemuda itu (kebetulan seorang penganut madzhab Hanafi) lantas berkata: “Abu Hurairah tidak diterima haditsnya”. Belum selesai dia berucap demikian hingga muncullah seekor ular besar dari atap masjid. Orang-orang berhamburan karenanya. Pemuda tersebut lari namun ular tersebut terus mengejarnya. Orang-orang berkata padanya: “Bertobatlah!! Bertobatlah!!”. Dia lantas berkata: “Saya bertobat!”. Lalu ular tersebut hilang tanpa bekas, Dalam sanadnya adalah para Imam. (Siyar A’lam An-Nubala, Imam Adz-Dzahabi)

***Wallahu A’lam***

 

, , , , , , ,

Tinggalkan komentar

Jangan Mencela Penuntut Ilmu

Image

Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:

أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ

Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat, apa yang ada di dalamnya pun terlaknat, kecuali dzikir kepada Allah, melakukan perbuatan yang diridhai­Nya. orang yang pandai, dan orang yang belajar (terpelajar) ” (HR. Tirmidzi no. 2322; Ibnu Majah no. 4112)

عن معأوية بن قرة قال قال أبو الدرداء اطلبوا العلم فان عجزتم فاحبوا أهله فان لم تحبوهم فلا تبغضوهم

Dari Mu’awiyah bin Qurrah, Abu Darda Radhiallahu’anhu berkata: “Tuntutlah ‘ilmu. Jika kalian tidak mampu menuntut ‘ilmu, maka cintailah pemilik ‘ilmu, dan jika kalian tidak mencintai mereka maka janganlah kalian membencinya” (Shifatus Shohwah, Imam Ibnul Jauzi)

Abu Darda Radhiallahu’anhu berpesan:

كن عالما أو متعلما أو مستعلما أو محبا ولا تكن الخامس فتهلك وهو الذي لا يعلم ولا يتعلم ولا يستمع ولا يحب

“Jadilah alim  (orang yang berilmu), muta’allim  (orang yang menuntut ilmu), mustami’ (orang yang mendengar iimu), atau muhibb  (orang yang mencintai ilmu). dan jangan menjadi orang kelima sehingga kamu celaka. Dia adalah orang yang tidak berilmu, tidak belajar, tidak mendengar, dan tidak pula mencintai orang yang berilmu.” (Al-Kaba’ir, Imam Adz-Dzahabi)

Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ

Siapa saja yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan membuka jalan baginya menuju surga. Sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayapnya karena keridhaan mereka terhadap orang yang menuntut ilmu.” (HR. Abu Dawud no. 3641; Tirmidzi no. 2682; Ibnu Majah no. 223)

Berkenaan dengan hadits di atas, ada sebuah kisah menarik:

Dari Abu Yahya Zakariya bin Yahya As-Saji Rohimahulloh, dia berkata:

كنا نمشي في أزقة البصرة إلى باب بعض المحدثين، فأسرعت المشي، وكان مع رجل ماجن منهم في دينه فقال: ارفعوا أرجلكم عن أجنحة الملائكة لا تكسروها، كالمستهزئ! فما زال في موضعه حتى جفت رجلاه وسقط!

“Kami pernah berjalan di sebuah jalan sempit Bashrah menuju tempat ahli hadits. Kami lantas mempercepat langkah kami. Ketika itu ada bersama kami seorang lelaki yang senang berkelakar tanpa malu yang diragukan keislamannya. Dia berkata: ‘Angkat kaki kalian dari sayap-sayap malaikat, jangan sampai kalian mematahkannya’ (Layaknya seorang yang sedang mengejek). Dia belum berpindah dari tempatnya hingga kakinya mengejang dan dia pun terjatuh” (Bustanul Arifin, Imam An-Nawawi)

-وقال الحافظ عبد القادر: إسناد هذه الحكاية كالأخذ باليدين، أو كرأي العين؛ لأن رواتها أعلام، ورواتها أئمة.

 

Al-Hafizh Abdul Qodir berkata: “Sanad dari kisah ini seperti memegang dengan kedua tangan, atau seperti dilihat dengan kedua mata; karena kemantapan perawinya, perawi kisah ini adalah para Imam”. (Bustanul Arifin, Imam An-Nawawi)

***Wallohu A’lam***

, , , , , ,

Tinggalkan komentar

‘Amalan hati Penghuni Surga

'Amalan hati Penghuni Surga

1 Komentar

Akibat Menyepelekan Sunnah Nabi

ImageA

Masih Berani Mencela Sunnah ???

Kisah Pertama

  قَالَ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ: أَنَّ رَجُلًا أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشِمَالِهِ، فَقَالَ: «كُلْ بِيَمِينِكَ» ، قَالَ: لَا أَسْتَطِيعُ، قَالَ: «لَا اسْتَطَعْتَ» ، مَا مَنَعَهُ إِلَّا الْكِبْرُ، قَالَ: فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ

Salamah bin Akwa’ berkata: “Pernah ada seorang lelaki makan di dekat Rasulullah dengan tangan kiri. Beliau lantas berkata: “Makanlah dengan tangan kananmu”. Lelaki itu menjawab: “Aku tidak bisa”. Rasulullah berkata, “Mudah-mudahan engkau benar-benar tidak bisa. Tidak ada yang menghalanginya untuk melakukannya kecuali kesombongan”. Salamah berkata: “Kemudian dia tidak bisa mengangkat tangannya untuk menyantap makanan” (Lihat HR. Muslim no. 2021)

Kisah Kedua

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: «نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُشْرَبَ مِنْ فِي السِّقَاءِ»

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam melarang seorang minum langsung dari lubang kendi. (HR. Bukhari 5628)

قَالَ أَيُّوبُ: ” فَأُنْبِئْتُ أَنَّ رَجُلًا شَرِبَ مِنْ فِي السِّقَاءِ، فَخَرَجَتْ حَيَّةٌ “

Ayyub berkata, “Sampai sebuah berita kepadaku bahwa seorang lelaki langsung minum dari lubang kendi, tiba-tiba seekor ular keluar dari lubangnya” (HR. Ahmad no. 7153)

Kisah Ketiga

عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَرْمَلَةَ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ يُوَدِّعُهُ بِحَجٍّ أَوْ عُمْرَةٍ فَقَالَ لَهُ: لَا تَبْرَحْ حَتَّى تُصَلِّيَ، فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

Dari Abdurrahman bin Harmalah, dia berkata: “Seorang lelaki datang kepada Sa’id bin Musayyib mengucapkan salam perpisahan untuk haji atau umroh. Sa’id berkata kepadanya: “Jangan pergi dulu sampai engkau Sholat. Sesungguhnya Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:

«لَا يَخْرُجُ بَعْدَ النِّدَاءِ مِنَ الْمَسْجِدِ إِلَّا، مُنَافِقٌ، إِلَّا رَجُلٌ أَخْرَجَتْهُ حاجةُ، وَهُوَ يُرِيدُ الرَّجْعَةَ إِلَى الْمَسْجِدِ»

“Tidaklah keluar dari masjid setelah adzan kecuali seorang munafiq. Kecuali seorang lelaki yang dipaksa keluar oleh suatu keperluan dan berniat untuk kembali ke masjid”

فَقَالَ: إِنَّ أَصْحَابِي بِالْحَرَّةِ قَالَ: فَخَرَجَ، قَالَ: فَلَمْ يَزَلْ سَعِيدٌ يَوْلَعُ بِذِكْرِهِ، حَتَّى أُخْبِرَ أَنَّهُ وَقَعَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَانْكَسَرَتْ فَخِذُهُ

Lelaki itu berkata: “Teman-teman saya berada di Hurrah”. Kemudian dia pergi. Sa’id masih saja menyebut lelaki tersebut hingga datang berita bahwa lelaki tersebut terjatuh dari kendaraannya dan pahanya patah” (Kisah ini terdapat dalam Sunan Ad-Darimi, hadits no. 460; Mushonnif Abdurrozaq no. 1945)

Kisah Keempat

قال القاضي أبا الطيب: كنا في مجلس النظر بجامع المنصور فجاء شاب خراساني فسأل عن مسألة المصراة فطالب بالدليل حتى استدل بحديث أبي هريرة الوارد فيها

Al-Qadhi Abu Thoyyib berkata: “Suatu ketika kami berada di sebuah majlis di Jami;’ Al-Manshur. Datanglah seorang pemuda dari Khurasan. Kemudian dia bertanya tentang masalah ternak yang tidak diperah beberapa hari hingga ambing susunya penuh, dan dia meminta dalilnya. Kemudian disampaikan kepadanya hadits Abu Hurairah yang menyebutkan hal tersebut.

فقال وكان حنفيا أبو هريرة غير مقبول الحديث  فما استتم كلامه حتى سقط عليه حية عظيمة من سقف الجامع فوثب الناس من أجلها وهرب الشاب منها وهي تتبعه  فقيل له تب تب فقال تبت فغابت الحية فلم ير لها أثر  إسنادها أئمة 

Pemuda itu (kebetulan seorang penganut madzhab Hanafi) lantas berkata: “Abu Hurairah tidak diterima haditsnya”. Belum selesai dia berucap demikian hingga muncullah seekor ular besar dari atap masjid. Orang-orang berhamburan karenanya. Pemuda tersebut lari namun ular tersebut terus mengejarnya. Orang-orang berkata padanya: “Bertobatlah!! Bertobatlah!!”. Dia lantas berkata: “Saya bertobat!”. Lalu ular tersebut hilang tanpa bekas, Dalam sanadnya adalah para Imam. (Siyar A’lam An-Nubala, Imam Adz-Dzahabi)

Kisah Kelima

قطب الدين اليونيني قال بلغنا أن رجلا يدعى أبا سلامة من ناحية بصرى كان فيه مجون واستهتار

Quthbuddin Al-Yunani berkata: “Telah sampai kepada kami berita seorang lelaki yang dipanggil Abu Salamah dari salah satu daerah Bashrah (Seorang yang suka melawak dan membual).

فذكر عنده السواك وما فيه من الفضيلة فقال والله لا استاك إلا في المخرج يعني دبره فأخذ سواكا فوضعه في مخرجه ثم أخرجه

Ada seseorang menyebut tentang siwak dan keutamaannya di dekatnya. Lelaki tersebut berkata: “Demi Allah, aku hanya memakai siwak pada duburku”. Kemudian dia mengambil siwakdan meletakkannya pada duburnya lalu mengeluarkannya lagi.

فذكر عنده السواك وما فيه من الفضيلة فقال والله لا استاك إلا في المخرج يعني دبره فأخذ سواكا فوضعه في مخرجه ثم أخرجه فمكث بعده تسعة أشهر وهو يشكو من الم البطن والمخرج فوضع ولدا على صفة الجرذان له أربعة قوائم ورأسه كراس السمكة وله أربعة انياب بارزة وذنب طويل مثل شبر وأربع اصابع وله دبر كدبر الارنب ولما وصعه صاح ذلك الحيوان ثلاث صيحات فقامت ابنة ذلك الرجل فرضخت رأ سه فمات

Setelah itu dia mengeluhkan rasa sakit pada perut dan anusnya selama Sembilan bulan. Kemudian dia melahirkan sejenis tikus dengan empat kaki, kepalanya seperti kepala ikan dan pantatnya seperti pantat kelinci. Setelah keluar, hewan tersebut mengeluarkan suara keras sebanyak tiga kali. Anak perempuan lelaki tersebut bangun dan memukul kepala hewan tersebut hingga mati.

وعاش ذلك الرجل بعد وضعه له يومين ومات في الثالث وكان يقول هذا الحيوان قتلني وقطع امعائي

Dan lelaki itu tetap hidup setelah melahirkan hewan tersebut selama dua hari, dan pada hari ketiga dia meninggal dunia. Dia pernah berkata: “Hewan initelah membunuhku dan memotong-motong ususku”.

وقد شاهد ذلك جماعة من أهل تلك الناحية وخطباء ذلك المكان ومنهم من رأى ذلك الحيوان حيا ومنهم من رآه بعد موته وممن توفي فيها من الاعيان

Hewan tersebut sempat dilihat oleh banyak orang dari penduduk daerah tersebut dan para khatib tempat itu. Ada yang melihatnya ketika hewan itu masih hidup dan ada yang melihatnya setelah hewan itu mati. (Al-Bidayah Wa Nihayah; Al-Hafizh Ibnu Katsir)

***Wallahu A’lam***

 

, , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar

Ekspresi dan Penerapan Cinta Kepada Nabi

Penerapan Cinta Kepada Rasulullah Muhammad Sholallahu’alaihi wa sallam

1. Mencintai Sunnah Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam
Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang membenci sunnahku, maka dia bukan golonganku” (HR. Bukhari, no. 5063; Muslim, no. 1401)

2. Menerima Hadits-hadits Nabi yang Shohih
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh amat keras hukumannya” (Q.S Al-Hasyr: 7)

3. Mengembalikan Setiap Permasalahan Agama Kepada Alloh dan Rasul-Nya
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Alloh dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Q.S Al-Hujuraat: 1)

4. Menimbulkan Rasa Khidmat Ketika Nama Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam disebut
Dalam penafsiran 3 ayat pertama Surat Al-Hujuraat, Hammad bin Zaid berkata: “Aku berpendapat bahwa mengangkat suara atasnya (Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam) setelah wafatnya adalah sama halnya mengangkat suara di masa hidupnya. Jika hadits dibacakan maka wajib atasmu untuk mendengarkan dengan seksama sebagaimana kamu mendengarkan Al-Qur’an” (Siyar ‘Alamin Nubala’, 7/348)

5. Mencintai Orang-orang yang Menerapkan Sunnah Nabi
Orang-orang yang menerapkan sunnah Nabi adalah ahli sunnah atau ahli atsar, sedangkan orang-orang yang membencinya adalah ahli bid’ah. Imam Abu Hatim Ar-Rozi berkata: “Karakter utama ahli bid’ah adalah membenci dan memusuhi ahli atsar, dan karakter utama orang zindiq memberi nama ahli sunnah dengan hasyawi yaitu perusak makna atsar” (Syarh Ushul I’tiqad Ahli Sunnah, 1/204)

6. Menghidari dan Menjauhi Bid’ah
Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baik jalan hidup ialah jalan hidup Muhammad, sedangkan seburuk-buruk urusan agama ialah yang diada-adakan. Tiap-tiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan tiap bid’ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke neraka” (HR. Muslim)

Ibnu Umar Rodhiallahu’anhuma berkata: “Tidaklah muncul kebid’ahan melainkan semakin bertambah sesat, dan tidaklah sunnah ditinggalkan melainkan bertambah lari dari kebenaran” (Al-bida’ Wan Nahyu ‘Anha)

Ibnu Abbas Rodhiallahu’anhuma berkata: “Sesungguhnya sesuatu yang paling dibenci Alloh adalah perkara bid’ah” (Syarah Sunnah, Al-Mawardzi)

7. Tidak Berlebihan dalam Menyanjung Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam
Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam mengagungkanku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan ketika mengagungkan Ibnu Maryam, akan tetapi katakanlah aku hanya seorang hamba dan utusan-Nya” (HR. Bukhari, no. 3445)

8. Memperbanyak Sholawat atas Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Alloh dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Q.S Al-Ahzab: 56)

Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Siapa membaca sholawat atasku sekali, maka Alloh bersholawat atsnya sepuluh kali” (HR. Muslim, no. 284)

Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh celaka bagi seseorang yang disebutkan namaku di sisinya maka dia tidak bersholawat kepadaku” (HR. Tirmidzi, no. 3545; Ahmad, dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Irwa’)

9. Menjaga Kehormatan Para Sahabat Nabi yang Setia
Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“ Janganlah mencaci sahabat-sahabatku. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakan emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan menyamai (pahala) satu mud salah seorang di antara mereka [Sahabat nabi], dan tidak pula (menyamai pahala/ setengahnya” (Mutafaqq ‘alaih; HR. Tirmidzi, no. 3861)

Dalam riwayat lain:
“Bertaqwalah kalian kepada Alloh (saat berbicara) tentang sahabatku, janganlah kalian jadikan mereka sebagai sasaran (hujatan). Siapa yang mencintai mereka (sahabat), maka dengan kecintaanku, aku akan mencintai mereka, siapa yang membenci meeka (sahabat), maka dengan kebencianku aku akan membenci mereka, dan siapa menyakiti mereka (sahabat) maka berarti mereka telah menyakitiku, dan siapa menyakitiku maka telah menyakiti Alloh, dan siapa yang menyakiti Alloh maka hampir-hampir Alloh mengadzabnya” (HR. Tirmidzi, no. 3862, dia berkata hadits ini hasan gharib dan tidak ditemukan jalur kecuali jalur ini, Syaikh Al-Albani melemahkannya)

*** Wallohu A’lam ***

, , , , , , , ,

Tinggalkan komentar

Main Catur, Apa Salahnya ????

والدليل على تحريمه على قول الأكثرين في قول الله تعالى حرمت عليكم الميتة والدم ولحم الخنزير إلى قوله وأن تستقسموا بالأزلام
قال سفيان ووكيع بن الجراح هي الشطرنج
Dalil yang dipakai oleh kebanyakan ulama untuk mengharamkan catur adalah firman Allah, “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih antuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan azlam.” (Al-Maidah: 3)
Sufyan dan Waki’ bin Jarrah berkata, “Azlam itu adalah catur” (Al-Kaba’ir; Imam Adz-Dzahabi)

وقال علي بن أبي طالب رضي الله عنه الشطرنج ميسر الأعاجم
‘Ali bin Abu Thalib berkata, “Catur itu adalah judinya orang-orang a’jam (non Arab).” (Al-Kaba’ir; Imam Adz-Dzahabi)

وقال أبو موسى الأشعري رضي الله تعالى عنه لا يلعب بالشطرنج إلا خاطئ
Abu Musa al-Asy’ariy Radhiallahu’anhu berkata, “Orang yang bermain catur itu hanyalah orang yang salah.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam As-Sunan (10/212) dan menyebutnya dalam Asy-Syu’ab (5/241).

وسئل محمد بن كعب القرظي عن اللعب بالشطرنج فقال أدنى ما يكون فيها أن اللاعب بها يعرض يوم القيامة أو قال يحشر يوم القيامة مع أصحاب الباطل
Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhiy ditanya tentang catur menjawab, “Akibat yang paling ringan dari permainan itu adalah bahwa orang yang bermain catur itu akan dibangkitkan pada hari kiamat bersama orang- orang yang berbuat batil.'(Al-Kaba’ir; Imam Adz-Dzahabi)

قَالَ يَحْيَى: سَمِعْتُ مَالِكاً يَقُولُ: لاَ خَيْرَ فِي الشطرنج. وَكَرِهَهَا.
وَسَمِعْتُهُ يَكْرَهُ اللَّعِبَ بِهَا وَبِغَيْرِهَا مِنَ الْبَاطِلِ. وَيَتْلُو هذِهِ الْآيَةَ: {فَمَاذَا بَعْدَ الحَقِّ إِلاَّ الضَّلالُ} [يونس 10: 32]
Berkata Yahya: Aku mendengar Malik berkata: “Tidak ada kebaikan dalam permainan catur dan membencinya, aku juga mendengar dia membenci permainan dengannya dan permainan batil selainnya kemudian dia membaca ayat ini: “maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan” (Q.S Yunus: 32) (Al-Muwatta, no. 3521)

عن ابن عباس أنه ولي مالا ليتيم فوجدها في تركة والد اليتيم فأحرقها ولو كان اللعب بها حلالا لما جاز له أن يحرقها لكونها مال اليتيم ولكن لما كان اللعب بها حراما أحرقها فتكون من جنس الخمر إذا وجد في مال اليتيم وجبت إراقته كذلك الشطرنج وهذا مذهب حبر الأمة رضي الله عنه
Ibnu ‘Abbas pernah menjadi wali anak-anak yatim dan mengurus harta waris mereka. Di antara peninggalan ayah anak yatim itu terdapat catur dan beliau membakarnva.” Andaikata bermain catur itu dibolehkan, tentu beliau tidak membakarnya. Sebab catur yang beliau bakar itu adalah harta anak yatim. Karena catur itu haram maka beliau membakarnya. Itu sama dengan khamr. Jika terdapat khamr dalam harta anak yatim, maka wajib ditumpahkan. Begitu pula halnya dengan catur. Ini adalah pendapat ulama ummat ini, Abdullah bin ‘Abbas Rodhiallahu’anhu. (Al-Kaba’ir; Imam Adz-Dzahabi)

وقيل لإبراهيم النخعي ما تقول في اللعب بالشطرنج فقال إنها ملعونة
Ibrahim an-Nakha’iy ditanya, ”Apa pendapat Anda tentang bermain catur?” beliau menjawab, “Bermain catur itu terkutuk.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Dzammul Malahi (95). Al-Balhaqi (10/212) dan juga dalam Asy-Syu’ab (6520). Sedangkan sanadnya hasan)

وقال مجاهد ما من ميت يموت إلا مثل له جلساؤه الذين كان يجالسهم فاحتضر رجل ممن كان يلعب بالشطرنج فقيل له قل لا إله إلا الله فقال شاهك ثم مات فغلب على لسانه ما كان يعتاده حال حياته في اللعب فقال عوض كلمة الإخلاص شاهك
Mujahid berkata, “Apabila seseorang akan meninggal dunia, akan ditampakkan di hadapannya teman-teman duduknya. Suatu hari seorang yang suka bermain catur sedang menghadapi ajal, lantas ditalqinkan kalimat ‘laa ilaaha illallaah’. Namun orang itu mengucapkan kalimat ‘Skak!’ kemudian dia mati. Lidahnva sudah terbiasa mengucapkan kata itu selagi hidup, sehingga ketika datang ajal ia mengganti kalimat tauhid dengan kalimat Skak!”(Al-Kaba’ir; Imam Adz-Dzahabi)

mudhorat main catur:
1. Melalaikan dari dzikir dan lupa waktu
2. Merenung di depan patung
3. Potensi besar memancing kemarahan dan permusuhan
4. Menguras otak hanya untuk menjatuhkan lawan
5. Menimbulkan keresahan di hati ketika lawan banyak menjatuhknnya
6. Lebih jelek dari pada dadu karena ada salib dan patung
7. Membuka pintu prjudian
Dsb . . .

*** Wallahu A’lam ***

, , , , , ,

Tinggalkan komentar

Pelajaran Berharga Tentang Kematian

Anak Adam diumpamakan bahwa di sekitarnya terdapat sembilan puluh sembilan macam penyebab kematian. Jika ia luput dari penyebab­penyebab kematian itu, maka ia akan menjadi tua renta (1). Jabir bin Abdillah berkata, “Suatu ketika iringan mayit lewat, lalu Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam berdiri dan kamipun ikut berdiri. Kemudian kami berkata, ‘Wahai Rasulullah, mayit itu adalah mayat seorang wanita Yahudi!’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya kematian itu sangat menakutkan, maka berdirilah jika kalian menyaksikan mayit.'” (2). Abu Hurairah berkata, Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan.” Maksudnya adalah kematian.(3). Abu Hurairah, berkata, “Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah meminta mati sebelum datang waktunya. Karena orang yang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidak akan bertambah melainkan menambah kebaikan”.(4)

Kisah 1
Fitnah Kematian Bagi Sahabat yang Dikabarkan Surga

Al Bara berkata: ‘Dihadiahkan kepada Rasulullah sebuah baju sutera, kemudian mereka (para sahabat) terkagum-kagum akan kelembutannya. Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam kemudian bersabda, “Apakah kalian merasa kagum terhadap (baju sutera) ini?” Sesungguhnya sapu tangan Sa’ad bin Mu’adz di surga adalah lebih baik daripada baju sutera ini'” (5). Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Arasy berguncang karena meninggalnya Sa ‘d bin Mu ‘adz Radhiallahu’anhu” (6). Anas bin Malik berkata: ‘Ketika aku menggotong jenazah Sa’ad bin Mu’adz, orang-orang munafik berkata, “Alangkah ringan jenazahnya.” Itu karena keputusannya pada Bani Quraidhah. (Perkataan) itu kemudian sampai kepada Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam, maka beliau pun bersabda, “Sesungguhnya para malaikat-lah yang membawa jenazahnya”(7). Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya di dalam kubur itu ada himpitan, seandainya seseorang bisa selamat dari himpitan kubur, maka Sa’ad bin Mu’adz pasti selamat darinya. Namun dia diimpit dengan sekali impitan kemudian dilonggarkan darinya”(8).

Kisah 2
Mayat Orang Sholeh yang Ingin Hidup Kembali

Ada sekelompok orang dari Bani Israil yang keluar mendatangi sebuah kuburan. Mereka berkata, ‘Sebaiknya kita shalat dua rakaat dan berdoa kepada Allah Azza wa Jalla agar mengeluarkan seorang yang telah mati, lalu kita bertanya kepadanya tentang kematian’. Lalu mereka melakukannya. Ketika mereka dalam kondisi demikian, tiba-tiba sebuah kepala muncul dari sebuah kubur di kuburan itu. Ia berwarna coklat dan di keningnya terdapat tanda sujud. Dia berkata, ‘Wahai kalian, apa yang kalian inginkan dariku? Aku telah mati seratus tahun yang lalu dan panasnya kematian belum reda dariku sampai sekarang. Maka, berdoalah kalian kepada Allah Azza wa Jalla agar mengembalikan diriku sebagaimana semula.(9)

Kisah 3
Siksaan Sebelum Kiamat Untuk Orang yang Sombong

Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abdullah bin Umar yang menyampaikan kepadanya bahwa Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Manakala seorang laki-laki menyeret kain sarungnya dengan kesombongan, dia dibenamkan. Maka dia tenggelam di dalam bumi sampai hari Kiamat.” (10)

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda atau Abul Qasim berkata, “Ketika seorang laki-laki berjalan dengan pakaiannya, dia mengagumi dirinya. Rambutnya tersisir rapi. Tiba-tiba Allah membenamkannya, maka dia terbenam sampai hari Kiamat.”(11)

Dalam salah satu riwayat Muslim, “Sesungguhnya seorang laki-laki dari kalangan umat sebelum kalian berjalan dengan kesombongan dalam pakaiannya…”(12)

Kisah 4
Siksaan Sebelum Kiamat Bagi Para Perubah Syari’at

Abu Malik Al Asy’ari bercerita “Demi Allah ia tidak berbohong kepadaku” Ia pernah mendengar Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Akan ada dari umatku suatu kaum yang menghalalkan perzinaan, kain sutra, khamar, alat musik dan akan ada suatu kaum yang turun dari puncak gunung, yang pulang pada sore hari dengan hewan ternak milik mereka, lalu ada yang datang kepada mereka karena kebutuhan, mereka lalu berkata, “Besok, datanglah kepada kami”, kemudian Allah menghancurkan mereka pada malam hari, dan menggoncangkan gunung, serta mengubah bentuk mereka sebagai kera, babi hingga hari kiamat. ” (13)

Kisah 5

Jasad Kaum Murtad dan Fasik yang Tertolak Bumi

Anas Radhiallahu’anhu berkata, “Ada seorang laki-laki Nashrani masuk Islam dan ia membaca surat Al Baqarah serta surat Aali Imraan. Ia biasa menulis untuk Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam. Tapi suatu ketika ia kembali menjadi Nashrani dan berkata, ‘Tidak ada yang diketahui Muhammad selain apa-apa yang telah aku tulis padanya?’ Kemudian Allah mengambil ruhnya (ia meninggal dunia) kemudian mereka menguburkannya. Tiba-tiba pada pagi harinya ia dikeluarkan oleh bumi. Mereka berkata, ‘Ini adalah perbuatan Muhammad dan para sahabatnya. Saat ia lari dari mereka, maka mereka menggali kubur sahabat kita dan mencampakkan di atas tanah. Kemudian mereka mengembalikannya dan menguburkannya lebih dalam, tapi dipagi harinya bumi kembali melemparkannya. Mereka kembali berkata, ‘Ini perbuatan Muhammad dan para sahabatnya. Mereka membongkar kubur sahabat kita dan mencampakkannya di atas tanah, kemudian menguburkannya kembali dengan lubang yang lebih dalam sebatas yang mereka bisa. Pagi harinya ia kembali dikeluarkan oleh tanah, akhirnya mereka mengetahui bahwa hal itu bukan perbuatan manusia Kemudian mereka mencampakkannya begitu saja.”(14)

Kisah 6
Kuburan yang Gelap

Sahabat Nabi yang bernama Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, dia berkata, “Seorang wanita berkulit hitam —atau pemuda— yang menjadi tukang sapu di masjid, lalu Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam tidak melihatnya lagi, maka beliau bertanya keberadaannya dan para sahabat menjawab, ‘la telah meninggal.’ Lalu beliau berkata, ‘Kenapa kalian tidak memberitahuku?'” Abu Hurairah berkata, “Seolah-olah mereka menyepelekan perkara ini atau meremehkannya.” Kemudian beliau berkata, “Tunjukkan kepadaku kuburnya” Lalu mereka menunjukkannya, dan Rasulullah menshalatinya (ghaib) kuburan. Kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya kuburan ini terasa gelap gulita oleh penghuninya, dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala akan menerangi kuburnya dengan shalatku untuk mereka”‘.(15)

1) HR. Tirmidzi, no. 2456
2) HR. Muslim, no. 960
3) HR. Tirmidzi, no. 2307; HR. Ibnu Majah, no. 4258
4) HR. Muslim, no. 2682
5) HR. Tirmidzi, no. 3847
6) HR. Bukhari, no. 3803
7) HR. Tirmidzi, no. 3849
8) HR. At-Thabrani dalam Al-Kabir; Ash-Shahihah, no. 1695
9) HR. Ahmad; Ibnu Abi Syaibah; Bazzar; Abd bin Humaid; Waki’; Ibnu Abi Dawud; Abu Dawud; Ibnu Hibban; Kisah ini diambil dari “Shohih Al-Qoshosh”, yang ditulis oleh Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor
10) HR. Bukhari, no. 5790
11) HR. Bukhari, no. 5789
12) HR. Muslim, no. 2088; Kisah ini diambil dari “Shohih Al-Qoshosh”, yang ditulis oleh Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor
13) HR. Bukhari, no. 5590
14) HR. Bukhari, no. 3617
15) HR. Muslim, no. 956

*** Wallahu A’lam ***

Tinggalkan komentar

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Oktober 2017
    S S R K J S M
    « Agu    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031