Penawar Hati dengan Al-Qur’an

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” (Q.S Yunus: 57)

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian” (Q.S Al-Isra’: 82)

قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ
“Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman”” (QS. Al-Fushshilat: 44)

Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً: إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ القَلْبُ
“Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati” (HR. Bukhari, no. 52)

Berkata Abu Hurairah Radhiallahu’anhu:
اَلْقَلْبُ مَلِكٌُ وَالْأَعْضَاءُ جُنُوْدُهُ، فَإِذَا طَابَ الْمَلِكُ طَابَتْ جُنُوْدُهُ، وَإِذَا خَبُثَ الْمَلِكُ خَبُثَتْ جُنُوْدُهُ
“Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentaranya, apabila baik rajanya maka baik juga tentaranya, apabila buruk rajanya maka buruk juga tentaranya” (Riwayat Abdurrazaq dalam Al-Mushonnif XI/221, no. 20375)

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri Rahimahulloh berkata:
فداو قلبك فإن حاجة الله إلى عباده صلاح قلوبهم
“Obatilah hatimu, sebab kebutuhan Allah terhadap hamba-Nya terletak pada baiknya hati” (Hilyatul Auliyaa’ (II/176, no. 1832)

Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahulloh berkata:
فَمَنْ لَمْ يَشْفِهِ الْقُرْآنُ فَلَا شَفَاهُ الله، وَمَنْ لَم يَكْفِهِ فَلَا كَفَاهُ الله
“Barangsiapa yang tidak bisa disembuhkan dengan Al-Qur’an berarti Allah tidak memberikan kesembuhan padanya, dan barangsiapa tidak dicukupkan oleh Al-Qur’an maka Allah tidak memberikan kecukupan kepadanya” (Zaadul Ma’ad (IV/352))

Beliau juga berkata:
اُطْلُبْ قَلْبَكَ فِيْ ثَلاَثِ مَوَاطِنَ: عِنْدَ سَماعِ الْقُرْآنِ، وَفِيْ مَجَالِسِ الذِّكْرِ، وَفِيْ أَوْقَاتِ الْخُلْوَةِ، فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِيْ هَذِهِ الْمَوَاطِنِ، فَسَلِ اللهَ أَنْ يَمُنَّ عَلَيْكَ بِقَلْبٍِ، فَإِنَّهُ لَا قَلْبَ لَكَ
“Carilah hatimu pada 3 tempat: 1- Saat mendengarkan Al-Qur’an, 2- Ketika dalam majelis dzikir, dan 3- Di saat sedang menyendiri. Jika kamu tidak mendapatinya pada ketiga tempat tadi, maka memohonlah kepada Allah agar kamu diberi hati, karena kamu tidak memiliki hati lagi” (Al-Fawa’id, Hal: 219; Cet. Dar: Al-Hadits)

Ibrahim Al-Khowwash Rahimahullah berkata:
دَواء القلب خَمْسَةُ أَشْيَاءَ
١ – قراءةُ القرآن بالتدبّر
٢ – وخلاَءُ البطنِ
٣ – وقيامُ الليلِ
٤ – والتضرعُ عِندَ السَّحَرِ
٥ – وَمُجَالَسَة الصَّالِحِينَ
Obat hati ada 5 perkara:
1. Membaca Al-Qur’an dengan tadabbur
2. Perut yang kosong (berpuasa)
3. Sholat malam
4. Berdo’a dengan penuh tawadhuk di penghujung malam
5. Bermajelis bersama orang-orang sholeh
(Lih. At-Tibyan fiy Adab Hamalat Al-Qur’an, Hal. 84-85; Cet. Dar Ibnu Hazm)

Wallahu A’lam

, , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Juli 2014
    S S R K J S M
    « Apr   Agu »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
%d blogger menyukai ini: