Berani Mencela Sahabat ??? Rasakan Akibatnya …..

Image

Teguran Ketika Berguru Kepada Orang yang Merendahkan Abu Bakar dan Umar

Amir Ismail bin Ahmad mengatakan:

جاءنا أبونا بمؤدب يعلمنا الرفض، فنمت، فرأيت النبي صلى الله عليه وسلم، ومعه أبو بكر، وعمر، فقال: لم تسب صاحبي  

“Bapak kami mendatangkan seorang guru yang mengajarkan aliran Rafidhah (Kaum yang menghina Abu Bakar, Umar dan sahabat lainnya, pen) kepada kami. Ketika tidur, aku bermimpi melihat Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersama Abu Bakar dan Umar. Beliau bertanya kepadaku: “Kenapa kamu mencaci maki dua sahabatku ?”

فوقفت، فقال لي بيده هكذا، ونفضها في وجهي، فانتبهت فزعاً أرتعد من الحمى. فمكثت على الفراش سبعة أشهر، وسقط شعري، فدخل أخي فقال: أيش قصتك فحدثته. فقال: اعتذر إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم. فاعتذرت وتبت. فما مر لي إلا جمعة حتى نبت شعري

Aku hanya berdiri. Lalu beliau bersabda kepadaku sambil mengibaskan tangannya ke wajahku. Aku terbangun ketakutan. Aku menggigil karena terserang demam. Selama tujuh bulan aku tergolek di atas tempat tidur. Rambutku mengalami kerontokan. Saudaraku datang menjengukku dan meminta supaya aku bercerita. Mendengar pengalaman yang kuceritakan, ia berkata: “Minta maaflah kepada Rasulullah”. Kemudian, aku minta maaf dan bertobat. Sepekan kemudian rambutku tumbuh kembali”. (Tarikh al-Islam, Karya Imam Adz-Dzahabi, hal. 109)

Adzab Bagi Pencela Ali bin Abi Thalib

Qais bin Abu Hazim berkata:

كنت بالمدينة فبينا أنا أطوف في السوق إذ بلغت أحجار الزيت فرأيت قوما مجتمعين على فارس قد ركب دابة وهو يشتم علي بن أبي طالب والناس وقوف حواليه إذ أقبل سعد بن أبي وقاص فوقف عليهم فقال ما هذا فقالوا رجل يشتم علي بن أبي طالب

“Ketika aku di Madinah dan sedang berkeliling di pasar, aku melihat beberapa orang mengerumuni seorang berkebangsaan Persia di dekat tumpukan batu. Di atas punggung kudanya, orang itu mencaci maki Ali bin Abu Thalib. Sementara orang-orang hanya bisa berdiri di sekelilingnya. Tiba-tiba muncul Sa’ad bin Abu Waqqosh. Ia ikut bergabung dengan mereka. Ia bertanya, kenapa orang itu ?. Mereka menjawab: ‘Ia sedang mencaci maki Ali bin Abu Thalib’.

فتقدم سعد فأفرجوا له حتى وقف عليه فقال يا هذا على ما تشتم علي بن أبي طالب ألم يكن أول من أسلم ألم يكن أول من صلى مع رسول الله صلى الله عليه وسلم ألم يكن أزهد الناس ألم يكن أعلم الناس

Sa’ad segera merangsak ke depan dan tiba di dekat orang itu. Dengan marah Sa’ad berkata: “Hai, kenapa kamu mencaci maki Ali bin Abu Thalib ? Bukankah dia orang pertama masuk Islam ? Bukankah ia orang pertama Sholat bersama Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam ? Bukankah ia orang yang paling zuhud ? Bukankah ia orang yang paling berilmu ?

وذكر حتى قال ألم يكن ختن رسول الله صلى الله عليه وسلم على ابنته ألم يكن صاحب راية رسول الله صلى الله عليه وسلم في غزواته

Sa’ad terus menyebutkan keutamaan-keutamaan Ali, sampai akhirnya ia berkata: “Bukankah ia menantu Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam ? Bukankah ia yang membawa bendera Islam dalam beberapa pertempuran yang diikuti oleh Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam ?

ثم استقبل القبلة ورفع يديه وقال اللهم إن هذا يشتم وليا من أوليائك فلا تفرق هذا الجمع حتى تريهم قدرتك

Lalu Sa’ad menghadap ke arah kiblat. Sambil mengangkat tangan ia berdo’a: “Ya Allah, orang ini telah berani mencaci-maki salah seorang kekasih-Mu. Tolong jangan bubarkan orang-orang ini sebelum Engkau tunjukkan kekuasaan-Mu kepada mereka”.

قال قيس فوالله ما تفرقنا حتى ساخت به دابته فرمته على هامته في تلك الأحجار فانفلق دماغه ومات

Qais berkata: “Demi Allah, sebelum kami bubar tiba-tiba kuda yang dinaiki oleh orang itu melemparkan tubuhnya mengenai tumpukan batu sehingga otaknya keluar dan ia mati seketika”. (Mustadrak ‘ala Shahihain, Imam Hakim hadits no. 6121; Shahih atas syarat Shahihain)

Bencana Kepada Pencela Abu Hurairah

قال القاضي أبا الطيب: كنا في مجلس النظر بجامع المنصور فجاء شاب خراساني فسأل عن مسألة المصراة فطالب بالدليل حتى استدل بحديث أبي هريرة الوارد فيها

Al-Qadhi Abu Thoyyib berkata: “Suatu ketika kami berada di sebuah majlis di Jami;’ Al-Manshur. Datanglah seorang pemuda dari Khurasan. Kemudian dia bertanya tentang masalah ternak yang tidak diperah beberapa hari hingga ambing susunya penuh, dan dia meminta dalilnya. Kemudian disampaikan kepadanya hadits Abu Hurairah yang menyebutkan hal tersebut.

فقال وكان حنفيا أبو هريرة غير مقبول الحديث  فما استتم كلامه حتى سقط عليه حية عظيمة من سقف الجامع فوثب الناس من أجلها وهرب الشاب منها وهي تتبعه  فقيل له تب تب فقال تبت فغابت الحية فلم ير لها أثر  إسنادها أئمة 

Pemuda itu (kebetulan seorang penganut madzhab Hanafi) lantas berkata: “Abu Hurairah tidak diterima haditsnya”. Belum selesai dia berucap demikian hingga muncullah seekor ular besar dari atap masjid. Orang-orang berhamburan karenanya. Pemuda tersebut lari namun ular tersebut terus mengejarnya. Orang-orang berkata padanya: “Bertobatlah!! Bertobatlah!!”. Dia lantas berkata: “Saya bertobat!”. Lalu ular tersebut hilang tanpa bekas, Dalam sanadnya adalah para Imam. (Siyar A’lam An-Nubala, Imam Adz-Dzahabi)

***Wallahu A’lam***

 

, , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Juni 2012
    S S R K J S M
    « Mei   Jul »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
%d blogger menyukai ini: