Waspada Bahaya Riba

Pemakan Riba

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan” (Q.S Ali ‘Imron: 130)

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba…” (Q.S Al-Baqoroh: 275)

Mereka menghalalkan riba, menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah. Pada hari kiamat ketika Allah membangkitkan manusia seluruhnya, mereka akan bergegas keluar, kecuali orang-orang yang memakan harta riba. Mereka akan berdiri lalu jatuh tersungkur, dan begitu seterusnya. Hal itu dikarenakan kala mereka makan harta riba Allah Subhanahu wa Ta’ala mengembangbiakkannya dalam perut mereka sehingga memberatkan mereka pada hari kiamat. Setiap kali mereka bangun setiap kali itu pula mereka jatuh tersungkur. Mereka ingin bergegas seperti orang-orang, namun tidak mampu melakukannya.

Qatadah berkata,
إن آكل الربا يبعث يوم القيامة مجنونا وذلك علم لأكلة الربا يعرفهم به أهل الموقف
“Sesungguhnya orang yang makan riba itu akan dibangkitkan dalam keadaan gila pada hari kiamat. Itu merupakan tanda bagi mereka yang dapat disaksikan oleh seluruh manusia yang ada di sana” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam tafsirnya (2/102)

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abdullah bin Masud dari ayahnya, “Apabila zina dan riba telah merebak di suara desa maka sesungguhnya Allah telah mengizinkan kebinasaan baginya.” (Ahmad (1/393,394,402), Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Ya’la, dan Ibnu Hibban (4410) dari Ibnu Masud secara marfu’)

Secara marfu’, sahabat Umar Radhiallauhu’anhu meriwayatkan, “Apabila manusia telah menjadi bakhil terhadap dinar dan dirharn, berjual bell’ dengan ‘inah (riba), mengikuti ekor-ekor sapi (sibuk dengan urusan peternakan), dan meninggalkan jihad fi sabilillah, niscaya Allah akan menimpakan bala’ yang tidak akan diangkat sarnpai mereka kembali kepada ajaran dien mereka.” (Diriwayatkan oleh Ahmad (2/42.84). Ath-Thabrani dalam AI-Kabir(13583.13585), Abu Ya’la (5633), Abu Dawud, Abu Nu’aim (1/313) dan Al-Baihaqi Syu’ab (3920) dari Ibnu Umar)

Diriwayatkan bahwa Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah riba itu tampak terang-terangan di suatu kaum kecuali tampak terang-terangan pula penyakit gila. Tidaklah zina itu merebak di suatu kaum kecuali merebak pula kematian. Dan tidaklah suatu kaum itu mengurangi takaran serta timbangan kecuali Allah akan menahan turunnya hujan bagi mereka.” (Al-Kaba’ir Imam Adz-Dzahabi)
Sebuah hadits yang panjang disebutkan bahwa, “Sesungguhnya orang yang makan hasil riba itu akan diadzab dengan berenang di sungai merah bagai darah sejak dia mati sampai hari kiamat kelak. Mereka dicekoki dengan bebatuan yaitu harta haram yang telah mereka kumpulkan di dunia dulu dengan susah payah. Mereka juga akan dicekoki dengan bebatuan dari api sebagaimana mereka telah menelan barang haram yang telah mereka kumpulkan di dunia dulu. itulah adzab bagi mereka di alam barzakh sebelum datangnya hari kiamat, dan masih ditambah dengan laknat dan Allah.” (Al-Kaba’ir Imam Adz-Dzahabi)

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Empat golongan, Allah berhak untuk tidak memasukkan mereka ke dalam surga dan tidak pula menjadikan mereka mampu merasakan kenikmatannya. Mereka adalah; orang yang terus-menerus minum khamr (arak), orang yang memakan riba, orang yang memakan harta anak yatim, dan orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya. Kecuali jika mereka bertaubat.” (HR. Bukhari)

Diriwayatkan pula bahwa orang-orang yang memakan riba akan dikumpulkan di padang Mahsyar dalam rupa anjing dan babi, disebabkan tipu daya mereka untuk memakan hasil riba, sebagaimana dirubahnva rupa ashhabus sabti (orang-orang Yahudi). Ketika mereka membuat tipu daya untuk dapat menangkap ikan yang telah dilarang oleh Allah pada hari Sabtu. Mereka membuat bendungan-bendungan kecil agar ikan masuk ke dalamnya pada hari Sabtu dan mereka dapat mengambilnya pada hari Ahad. Ketika itulah Allah merubah rupa mereka menjadi rupa kera dan babi. Nah, begitu pula dengan orang-orang yang mencoba-coba membuat tipu daya untuk dapat menikmati hasil riba. Sesungguhnya tidak ada satu tipu daya pun yang dilakukan oleh orang-orang yang melakukannya yang tersembunyi bagi Allah. (Al-Kaba’ir Imam Adz-Dzahabi)

Ayyub as-Sukhtiyaniy Rahmatullahu ‘alayhi bertutur, “Mereka itu hendak menipu Allah seperti menipu anak kecil. Padahal seandainya mereka melakukannya secara terang-terangan justru hal itu lebih ringan atas mereka.”

Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Riba itu terdiri dari tujuhpuluh pintu, yang paling ringan adalah seperti jika seseorang menikahi ibunya, dan yang paling berat adalah jika seorang muslim mencemarkan kehormatan saudaranya sesama muslim”. (Ibnu Majah (2275), AI-Hakim (2/3), Abu Nu’aim daiam Akhbar Ashbahan (2/61), dan AI-Baihaqi Asy-Syu’ab (5131))

Dan benarlah bahwa itu merupakan salah satu pintu dari sebesar-besar pintu riba.
Sahabat Anas Radhiallhu’anhu berkata, “Adalah Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam berkhutbah di hadapan kami. Beliau menyebut tentang riba dan menjelaskan betapa besar urusan riba itu. Beliau bersabda, ‘Satu dirham yang didapat oieh seseorang itu lebih dahsvat dari pada berzina tiga puluh enam kali dalam pandangan Islam”. (diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab (5130) dan Abu Nu aim dalam Akhbar Ashbahan (1/234))

Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam juga pernah bersabda, “Riba itu tujuhpuluh (tingkatan) dosa. Yang paling ringan seperti seorang laki-laki yang menggauli ibunya.”
Dalam riwayat yang lain, “…yang paling ringan adalah seperti seorang laki-laki yang menikahi ibunya.” (diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Asy-Syu’ab (5130) dan Abu Nu aim dalam Akhbar Ashbahan (1/234))

Abu Bakar as-Shiddiq Radhiallahu’anhu berkata:
الزائد والمستزيد في النار يعني الآخذ والمعطي فيه سواء
“Orang yang memberi tambahan dan yang meminta tambahan, keduanya akan masuk neraka.” (Al-Kaba’ir Imam Adz-Dzahabi)

Mari memohon ‘ariyah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Pemberian Orang yang Berhutang Kepada Orang yang Dihutangi

Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu berkata:
إذا كان لك على رجل دين فأهدى لك شيئا فلا تأخذه فإنه ربا
”Apabila kamu mempunyai piutang atas seseorang lalu ia memberimu sesuatu, janganlah kamu ambil. Sebab, itu termasuk riba.” (Abdur Razzaq dalam AI-Mushannaf (14654, 14655) dari Ibnu Umar dan sanadnya shahih)

Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata:
إذا كان لك على رجل دين فما أكلت من بيته فهو سحت
“Apabila seseorang berhutang kepadamu, maka apa yang kamu makan dari rumahnya merupakan barang haram” (Al-Kaba’ir)

Ini semua berdasarkan pada sabda Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam, “Tiap-tiap pinjaman yang ditujukan untuk menghasilkan manfaat, maka itu termasuk riba. ” (Al-Baihaqi (5/350) dari Ibnu Abbas)

Ibnu Masud berkata, ‘Barangsiapa memberi syafaat (rekomendasi) kepada seseorang lalu orang itu mernberinya hadiah, maka itu adalah haram.” (Abdur Razzaq (14664) dan AI-Baihaqi (10/139))

Pernyataan ini sesuai dengan sabda Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam:
مَنْ شَفَعَ لِأَخِيهِ بِشَفَاعَةٍ، فَأَهْدَى لَهُ هَدِيَّةً عَلَيْهَا فَقَبِلَهَا، فَقَدْ أَتَى بَابًا عَظِيمًا مِنْ أَبْوابِ الرِّبَا
“Barangsiapa memberi syafaat kepada seseorang lalu orang itu memberinya hadiah dan diterimanya, maka ia telah memasuki pintu yang besar dari antara pintu-pintu riba.” (Abu Dawud (3541). Ath-Thabrani Al-Kabir(7853))

Marilah memohon ampunan dan ‘afiyah dalam urusan dien, dunia, dan akhirat kepada Allah.

*** Wallahu A’lam ***

, , , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Maret 2012
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
%d blogger menyukai ini: