Ekspresi dan Penerapan Cinta Kepada Nabi

Penerapan Cinta Kepada Rasulullah Muhammad Sholallahu’alaihi wa sallam

1. Mencintai Sunnah Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam
Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang membenci sunnahku, maka dia bukan golonganku” (HR. Bukhari, no. 5063; Muslim, no. 1401)

2. Menerima Hadits-hadits Nabi yang Shohih
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh amat keras hukumannya” (Q.S Al-Hasyr: 7)

3. Mengembalikan Setiap Permasalahan Agama Kepada Alloh dan Rasul-Nya
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Alloh dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Q.S Al-Hujuraat: 1)

4. Menimbulkan Rasa Khidmat Ketika Nama Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam disebut
Dalam penafsiran 3 ayat pertama Surat Al-Hujuraat, Hammad bin Zaid berkata: “Aku berpendapat bahwa mengangkat suara atasnya (Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam) setelah wafatnya adalah sama halnya mengangkat suara di masa hidupnya. Jika hadits dibacakan maka wajib atasmu untuk mendengarkan dengan seksama sebagaimana kamu mendengarkan Al-Qur’an” (Siyar ‘Alamin Nubala’, 7/348)

5. Mencintai Orang-orang yang Menerapkan Sunnah Nabi
Orang-orang yang menerapkan sunnah Nabi adalah ahli sunnah atau ahli atsar, sedangkan orang-orang yang membencinya adalah ahli bid’ah. Imam Abu Hatim Ar-Rozi berkata: “Karakter utama ahli bid’ah adalah membenci dan memusuhi ahli atsar, dan karakter utama orang zindiq memberi nama ahli sunnah dengan hasyawi yaitu perusak makna atsar” (Syarh Ushul I’tiqad Ahli Sunnah, 1/204)

6. Menghidari dan Menjauhi Bid’ah
Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baik jalan hidup ialah jalan hidup Muhammad, sedangkan seburuk-buruk urusan agama ialah yang diada-adakan. Tiap-tiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan tiap bid’ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke neraka” (HR. Muslim)

Ibnu Umar Rodhiallahu’anhuma berkata: “Tidaklah muncul kebid’ahan melainkan semakin bertambah sesat, dan tidaklah sunnah ditinggalkan melainkan bertambah lari dari kebenaran” (Al-bida’ Wan Nahyu ‘Anha)

Ibnu Abbas Rodhiallahu’anhuma berkata: “Sesungguhnya sesuatu yang paling dibenci Alloh adalah perkara bid’ah” (Syarah Sunnah, Al-Mawardzi)

7. Tidak Berlebihan dalam Menyanjung Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam
Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam mengagungkanku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan ketika mengagungkan Ibnu Maryam, akan tetapi katakanlah aku hanya seorang hamba dan utusan-Nya” (HR. Bukhari, no. 3445)

8. Memperbanyak Sholawat atas Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Alloh dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Q.S Al-Ahzab: 56)

Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Siapa membaca sholawat atasku sekali, maka Alloh bersholawat atsnya sepuluh kali” (HR. Muslim, no. 284)

Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh celaka bagi seseorang yang disebutkan namaku di sisinya maka dia tidak bersholawat kepadaku” (HR. Tirmidzi, no. 3545; Ahmad, dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Irwa’)

9. Menjaga Kehormatan Para Sahabat Nabi yang Setia
Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“ Janganlah mencaci sahabat-sahabatku. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya, seandainya salah seorang di antara kalian menginfakan emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan menyamai (pahala) satu mud salah seorang di antara mereka [Sahabat nabi], dan tidak pula (menyamai pahala/ setengahnya” (Mutafaqq ‘alaih; HR. Tirmidzi, no. 3861)

Dalam riwayat lain:
“Bertaqwalah kalian kepada Alloh (saat berbicara) tentang sahabatku, janganlah kalian jadikan mereka sebagai sasaran (hujatan). Siapa yang mencintai mereka (sahabat), maka dengan kecintaanku, aku akan mencintai mereka, siapa yang membenci meeka (sahabat), maka dengan kebencianku aku akan membenci mereka, dan siapa menyakiti mereka (sahabat) maka berarti mereka telah menyakitiku, dan siapa menyakitiku maka telah menyakiti Alloh, dan siapa yang menyakiti Alloh maka hampir-hampir Alloh mengadzabnya” (HR. Tirmidzi, no. 3862, dia berkata hadits ini hasan gharib dan tidak ditemukan jalur kecuali jalur ini, Syaikh Al-Albani melemahkannya)

*** Wallohu A’lam ***

, , , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Februari 2012
    S S R K J S M
    « Jan   Mar »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    272829  
%d blogger menyukai ini: