Puasa-Puasa Sunnah

PUASA SUNNAH

1. Puasa Hari Senen dan Kamis
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari senin? Maka beliau menjawab:
“Itu adalah hari yang aku dilahirkan padanya,dan aku diutus,atau diturunkan kepadaku (wahyu).”(HR.Muslim:1162)
Aisyah radhiallahu anha ditanya tentang puasanya Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam, maka beliau menjawab:
“Adalah beliau (Rasulullah) senantiasa menjaga puasa pada hari senin dan kamis”.(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nassai, Ibnu Hibban. dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Ibnu Majah)

2. Puasa 6 hari dibulan syawwal
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa ramadhan, lalu menyambungnya dengan enam hari dibulan syawwal,maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR.Muslim: 1164 )

3. Puasa Dawud Alaihissalam
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
“Puasa yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah puasa Dawud,beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.Dan shalat yang paling dicintai Allah adalah shalatnya Dawud,beliau tidur dipertengahan malam,lalu bangun (shalat) pada sepertiga malam,dan tidur pada seperenamnya.” (HR.Bukhari dan Muslim)

4. Puasa tiga hari dalam sebulan (13, 14, 15 Bulan Hijriyah)
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda kepada sahabatnya yang bernama Abu Dzar:
“wahai Abu Dzar,jika engkau hendak berpuasa tiga hari dalam sebulan,maka berpuasalah pada hari ketiga belas,empat belas dan lima belas.” (HR.Tirmidzi, An-Nasaa’i, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Al-Baihaqi. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’)

“Dan sesungguhnya cukup bagimu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,karena sesungguhnya bagimu pada setiap kebaikan mendapat sepuluh kali semisalnya,maka itu sama dengan berpuasa setahun penuh.” (HR.Bukhari:1874,Muslim:1159)

5. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam ditanya tentang puasa pada hari Arafah,Beliau menjawab:
“ (Puasa pada hari itu) menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR.Muslim)

6. Puasa dibulan muharram,khususnya pada hari ‘Asyura (10 muharram) juga pada 9 Muharram
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam ditanya tentang puasa pada hari Asyura,maka beliau menjawab:
“menghapus dosa setahun yang telah lalu.”(HR.Muslim)
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya. Mereka (para shahabat) berkata:wahai Rasulullah,itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Kristen. Maka bersabda Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam : “jika tiba tahun yang berikutnya,insya Allah kita pun berpuasa pada hari kesembilan”. Namun belum tiba tahun berikutnya hingga Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam wafat.” (HR.Muslim).

7. Puasa dibulan sya’ban
Aisyah berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali ramadhan,dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak dari bulan sya’ban,” (HR.Bukhari)

Hari-Hari yang Dilarang Berpuasa

1. Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha
“Sesungguhnya Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari ini. Adapun hari raya Kurban, karena kalian memakan daging Kurban, sedangkan hari raya Idul Fitri merupakan hari berbuka dari puasa kalian” (HR. Abu Dawud, Muttafaq’alaih)

2. Hari Tasyrik (11, 12 dan 13 Dzulhijjah)
Amru bin Ash menegur seseorang yang puasa pada hari tasyrik “Makanlah, sesungguhnya pada hari-hari ini Rasulullah memerintahkan kita untuk tidak berpuasa dan melarang kita berpuasa”(HR. Abu Dawud)

3. Menkhususkan Puasa pada hari Jum’at
Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang di antara kamu sekalian berpuasa pada hari Jum ‘at, kecuali bila ia berpuasa (pada hari) sebelumnya atau sesudahnya.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Muttafaq’alaih)

4. Mengkhususkan Puasa pada hari Sabtu
Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kamu sekalian berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang diwajibkan atas kamu. Apabila salah seorang di antara kamu tidak menemukan (sesuatu) kecuali kulit anggur atau dahan kayu, maka hendaklah ia mengunyahnya.”(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Demikianlah puasa-puasa yang disunnahkan dalam agama Islam, adapun puasa selain yang dicontohkan Rasulullah itu maka tidak memiliki keutamaan sama sekali bahkan ‘amalan puasanya akan ditolak dan tidak diterima sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam:

“Barangsiapa yang mengada-ngada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal darinya, maka ‘amalannya tersebut ditolak” (HR. Bukhari)

“Barangsiapa yang melakukan ‘amalan yang bukan termasuk ajaran kami, maka ‘amalannya itu tertolak” (HR. Muslim)

“Dan jauhilah olehmu hal-hal baru karena sesungguhnya semua bid’ah itu sesat.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih)

***Wallahu A’lam***

, , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Januari 2012
    S S R K J S M
    « Des   Feb »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
%d blogger menyukai ini: