Pelajaran Berharga Tentang Kematian

Anak Adam diumpamakan bahwa di sekitarnya terdapat sembilan puluh sembilan macam penyebab kematian. Jika ia luput dari penyebab­penyebab kematian itu, maka ia akan menjadi tua renta (1). Jabir bin Abdillah berkata, “Suatu ketika iringan mayit lewat, lalu Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam berdiri dan kamipun ikut berdiri. Kemudian kami berkata, ‘Wahai Rasulullah, mayit itu adalah mayat seorang wanita Yahudi!’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya kematian itu sangat menakutkan, maka berdirilah jika kalian menyaksikan mayit.'” (2). Abu Hurairah berkata, Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan.” Maksudnya adalah kematian.(3). Abu Hurairah, berkata, “Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah meminta mati sebelum datang waktunya. Karena orang yang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidak akan bertambah melainkan menambah kebaikan”.(4)

Kisah 1
Fitnah Kematian Bagi Sahabat yang Dikabarkan Surga

Al Bara berkata: ‘Dihadiahkan kepada Rasulullah sebuah baju sutera, kemudian mereka (para sahabat) terkagum-kagum akan kelembutannya. Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam kemudian bersabda, “Apakah kalian merasa kagum terhadap (baju sutera) ini?” Sesungguhnya sapu tangan Sa’ad bin Mu’adz di surga adalah lebih baik daripada baju sutera ini'” (5). Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Arasy berguncang karena meninggalnya Sa ‘d bin Mu ‘adz Radhiallahu’anhu” (6). Anas bin Malik berkata: ‘Ketika aku menggotong jenazah Sa’ad bin Mu’adz, orang-orang munafik berkata, “Alangkah ringan jenazahnya.” Itu karena keputusannya pada Bani Quraidhah. (Perkataan) itu kemudian sampai kepada Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam, maka beliau pun bersabda, “Sesungguhnya para malaikat-lah yang membawa jenazahnya”(7). Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya di dalam kubur itu ada himpitan, seandainya seseorang bisa selamat dari himpitan kubur, maka Sa’ad bin Mu’adz pasti selamat darinya. Namun dia diimpit dengan sekali impitan kemudian dilonggarkan darinya”(8).

Kisah 2
Mayat Orang Sholeh yang Ingin Hidup Kembali

Ada sekelompok orang dari Bani Israil yang keluar mendatangi sebuah kuburan. Mereka berkata, ‘Sebaiknya kita shalat dua rakaat dan berdoa kepada Allah Azza wa Jalla agar mengeluarkan seorang yang telah mati, lalu kita bertanya kepadanya tentang kematian’. Lalu mereka melakukannya. Ketika mereka dalam kondisi demikian, tiba-tiba sebuah kepala muncul dari sebuah kubur di kuburan itu. Ia berwarna coklat dan di keningnya terdapat tanda sujud. Dia berkata, ‘Wahai kalian, apa yang kalian inginkan dariku? Aku telah mati seratus tahun yang lalu dan panasnya kematian belum reda dariku sampai sekarang. Maka, berdoalah kalian kepada Allah Azza wa Jalla agar mengembalikan diriku sebagaimana semula.(9)

Kisah 3
Siksaan Sebelum Kiamat Untuk Orang yang Sombong

Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abdullah bin Umar yang menyampaikan kepadanya bahwa Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Manakala seorang laki-laki menyeret kain sarungnya dengan kesombongan, dia dibenamkan. Maka dia tenggelam di dalam bumi sampai hari Kiamat.” (10)

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda atau Abul Qasim berkata, “Ketika seorang laki-laki berjalan dengan pakaiannya, dia mengagumi dirinya. Rambutnya tersisir rapi. Tiba-tiba Allah membenamkannya, maka dia terbenam sampai hari Kiamat.”(11)

Dalam salah satu riwayat Muslim, “Sesungguhnya seorang laki-laki dari kalangan umat sebelum kalian berjalan dengan kesombongan dalam pakaiannya…”(12)

Kisah 4
Siksaan Sebelum Kiamat Bagi Para Perubah Syari’at

Abu Malik Al Asy’ari bercerita “Demi Allah ia tidak berbohong kepadaku” Ia pernah mendengar Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Akan ada dari umatku suatu kaum yang menghalalkan perzinaan, kain sutra, khamar, alat musik dan akan ada suatu kaum yang turun dari puncak gunung, yang pulang pada sore hari dengan hewan ternak milik mereka, lalu ada yang datang kepada mereka karena kebutuhan, mereka lalu berkata, “Besok, datanglah kepada kami”, kemudian Allah menghancurkan mereka pada malam hari, dan menggoncangkan gunung, serta mengubah bentuk mereka sebagai kera, babi hingga hari kiamat. ” (13)

Kisah 5

Jasad Kaum Murtad dan Fasik yang Tertolak Bumi

Anas Radhiallahu’anhu berkata, “Ada seorang laki-laki Nashrani masuk Islam dan ia membaca surat Al Baqarah serta surat Aali Imraan. Ia biasa menulis untuk Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam. Tapi suatu ketika ia kembali menjadi Nashrani dan berkata, ‘Tidak ada yang diketahui Muhammad selain apa-apa yang telah aku tulis padanya?’ Kemudian Allah mengambil ruhnya (ia meninggal dunia) kemudian mereka menguburkannya. Tiba-tiba pada pagi harinya ia dikeluarkan oleh bumi. Mereka berkata, ‘Ini adalah perbuatan Muhammad dan para sahabatnya. Saat ia lari dari mereka, maka mereka menggali kubur sahabat kita dan mencampakkan di atas tanah. Kemudian mereka mengembalikannya dan menguburkannya lebih dalam, tapi dipagi harinya bumi kembali melemparkannya. Mereka kembali berkata, ‘Ini perbuatan Muhammad dan para sahabatnya. Mereka membongkar kubur sahabat kita dan mencampakkannya di atas tanah, kemudian menguburkannya kembali dengan lubang yang lebih dalam sebatas yang mereka bisa. Pagi harinya ia kembali dikeluarkan oleh tanah, akhirnya mereka mengetahui bahwa hal itu bukan perbuatan manusia Kemudian mereka mencampakkannya begitu saja.”(14)

Kisah 6
Kuburan yang Gelap

Sahabat Nabi yang bernama Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, dia berkata, “Seorang wanita berkulit hitam —atau pemuda— yang menjadi tukang sapu di masjid, lalu Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam tidak melihatnya lagi, maka beliau bertanya keberadaannya dan para sahabat menjawab, ‘la telah meninggal.’ Lalu beliau berkata, ‘Kenapa kalian tidak memberitahuku?'” Abu Hurairah berkata, “Seolah-olah mereka menyepelekan perkara ini atau meremehkannya.” Kemudian beliau berkata, “Tunjukkan kepadaku kuburnya” Lalu mereka menunjukkannya, dan Rasulullah menshalatinya (ghaib) kuburan. Kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya kuburan ini terasa gelap gulita oleh penghuninya, dan sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala akan menerangi kuburnya dengan shalatku untuk mereka”‘.(15)

1) HR. Tirmidzi, no. 2456
2) HR. Muslim, no. 960
3) HR. Tirmidzi, no. 2307; HR. Ibnu Majah, no. 4258
4) HR. Muslim, no. 2682
5) HR. Tirmidzi, no. 3847
6) HR. Bukhari, no. 3803
7) HR. Tirmidzi, no. 3849
8) HR. At-Thabrani dalam Al-Kabir; Ash-Shahihah, no. 1695
9) HR. Ahmad; Ibnu Abi Syaibah; Bazzar; Abd bin Humaid; Waki’; Ibnu Abi Dawud; Abu Dawud; Ibnu Hibban; Kisah ini diambil dari “Shohih Al-Qoshosh”, yang ditulis oleh Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor
10) HR. Bukhari, no. 5790
11) HR. Bukhari, no. 5789
12) HR. Muslim, no. 2088; Kisah ini diambil dari “Shohih Al-Qoshosh”, yang ditulis oleh Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor
13) HR. Bukhari, no. 5590
14) HR. Bukhari, no. 3617
15) HR. Muslim, no. 956

*** Wallahu A’lam ***

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    November 2011
    S S R K J S M
    « Sep   Des »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
%d blogger menyukai ini: