Dalil-Dalil Qur’an Tentang Siksa Kubur

1. Q.S. Al An’am ayat 93
….. إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلآئِكَةُ بَاسِطُواْ أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُواْ أَنفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ…..
“…. di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan …” (Q.S. Al An’am: 93)

Imam Bukhari meletakkan ayat ini di dalam kitab shohihnya pada awal permulaan bab “Maa ja a fi ‘adzabil qobri” sebelum meriwayatkan hadits-hadist tentang siksa kubur.

Diriwayatkan oleh Ath-Thobari dan Ibnu Abi Hatim dari jalur Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas tentang ayat di atas, beliau berkata, “Hal ini terjadi saat kematian, dan yang dimaksud dengan membentangkan tangan adalah pukulan yang mereka timpakan ke wajah dan punggung mereka”. Meski hal ini terjadi sebelum pemakaman, namun ia termasuk bagian azab yang terjadi sebelum hari kiamat. Hanya saja azab tersebut dikatakan sebagai azab kubur, karena kebanyakan terjadi di dalam kubur dan manusia yang meninggal umumnya dikuburkan, juga karena orang-orang kafir serta pelaku maksiat yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa ta’ala untuk diazab akan diazab setelah meninggal meski belum dikuburkan. Akan tetapi, yang demikian itu terjadi tanpa diketahui oleh manusia kecuali siapa yang dikehendaki-Nya. (Fathul Baari)

2. Q.S At-Taubah ayat 101
وَمِمَّنْ حَوْلَكُم مِّنَ الأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُواْ عَلَى النِّفَاقِ لاَ تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ
“Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) kamilah yang mengetahui mereka. nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” (Q.S At-Taubah: 101)

Dari Ibnu Abbas, dia berkata tentang makna ayat “Mereka akan kami azab dua kali”: Maka azab pertamanya adalah ketika mereka (orang munafik) diusir dari mesjid, azab yang kedua adalah di kubur. (Tafsir Ibnu Katsir)

Mujahid mengatakan sehubungan dengan firman di atas adalah dibunuh dan ditawan. Dalam riwayat lain disebutkan dengan kelaparan dan siksa kubur. (Tafsir Ibnu Katsir)

“Kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar”
Menurut Ibnu Juraij adalah azab dunia dan azab kubur, kemudian mereka dikembalikan kepada azab yang besar, yaitu neraka. Menurut Al-Hasan Al-Basri adalah azab di dunia dan azab kubur. (Tafsir Ibnu Katsir)

Sa’id telah meriwayatkan dari Qatadah tentang “Nanti mereka akan Kami azab dua kali” adalah azab di dunia dan azab di alam kubur. (Tafsir Ibnu Katsir)

3. Q.S Ibrahim ayat 27
يُثَبِّتُ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللّهُ مَا يَشَاءُ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.”
Dari Barra’ bin Azib, bahwa Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim jika ditanya di dalam kuburnya, maka ia akan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya. Demikianlah penjabaran dari firman Allah, “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh .”.(HR. Abu Dawud, no. 4750)

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari ayahnya, dari Khaisamah, dari Al-Barra sehubungan dengan ayat di atas adalah bermakna azab kubur. (Tafsir Ibnu Katsir)
Ibnu Abi Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Usman, dari Hakim Al-Audi, telah menceritakan kepada kami Syuraih ibnu Muslimah, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Yusuf, dari ayahnya, dari Abu Ishaq, dari Amir ibnu Sa’d Al-Bajali, dari Abu Qatadah Al-Anshori sehubungan dengan ayat di atas: Bahwa sesungguhnya orang mukmin itu apabila mati (dan telah dimakamkan), maka ia didudukkan di dalam kuburnya dan dikatakan kepadanya, “Siapakah Tuhanmu ?” Ia menjawab, “Allah”. Dikatakan lagi kepadanya, “Siapakah nabimu ?”. Ia menjawab, “Muhammad ibnu Abdullah”. Pertanyaan tersebut diajukan kepadanya berkali-kali, kemudian dibukakan baginya sebuah pintu yang menuju ke neraka, lalu dikatakan kepadanya, “Lihatlah tempatmu di neraka itu seandainya kamu salah dalam jawabanmu”. Kemudian dibukakan baginya sebuah pintu menuju surga, lalu dikatakan kepadanya, “Lihatlah tempat tinggalmu di surga, karena kamu benar dalam jawabanmu”. Aapabila orang kafir mati, maka ia didudukkan di dalam kuburnya, lalu dikatakan kepadanya, “Siapakah Tuhanmu ? Siapakah nabimu ?”. Ia menjawab, “Saya tidak tahu, hanya saya mendengar orang-orang mengatakan sesuatu tentangnya”. Dikatakan kepadanya, “Kamu tidak tahu”. Kemudian dibukakan baginya sebuah pintu menuju surga, lalu dikatakan kepadanya, “Lihatlah tempatmu jika kamu benar dalam jawabanmu”. Kemudian dibukakan baginya sebuah pintu ke neraka, dan dikatakan kepadanya, “Lihatlah tempatmu sekarang, karena kamu salah dalam jawabanmu”. (Tafsir Ibnu Katsir)
Qatadah mengatakan, “Adapun dalam kehidupan di dunia, maka Allah meneguhkan mereka dengan kebaikan dan amal saleh, sedangkan dalam kehidupan akhirat maksudnya diteguhkan dalam kuburnya”. (Tafsir Ibnu Katsir)

4. Q.S Thoha ayat 124
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (Q.S Thoha: 124)
Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu: “Firman Allah “Penghidupan yang sempit” (Q.S Thoha: 124) adalah siksa kubur” (HR. Hakim, no. 1405)
Dari Abu Sa’id Al-Khudry mengatakan: “Firman Allah “Penghidupan yang sempit” (Q.S Thoha: 124) adalah siksa kubur (HR. Hakim, no. 3439. Shohih menurut syarat Imam Muslim)

5. Q.S Al-Mukminun ayat 100

لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحاً فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan”(Q.S Al-Mukminun: 100)
Mengenai Firman Allah Ta’ala yang berarti “Dan di hadapan mereka ada dinding”, terdapat ancaman bagi orang-orang zhalim yang mengalami adzab alam barzakh. Sebagaimana difirmankan-Nya yang bermakna “Dan di hadapan mereka ada jahannam”(Q.S Al-Jaatsiyah: 10). Firman-Nya yang bermakna “Sampai hari mereka dibangkitkan” Yakni adzab itu akan berlangsung terus padanya sehingga datang hari kebangkitan. (Tafsir Ibnu Katsir)

6. Q.S As-Sajadah ayat 21
وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As-Sajadah: 21)

وقال البراء بن عازب ومجاهد وأبو عبيدة يعني به عداب القبر
Berkata Al-Barra bin ‘Azib, Mujahid, dan Abu Ubaidah tentang ayat ini adalah ‘azab kubur. (Tafsir Ibnu Katsir).

7. Q.S Ghafir / Al Mu’min ayat 45-46
فَوَقَاهُ اللَّهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَاب .النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوّاً وَعَشِيّاً وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ ِ
“Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Firaun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”.” (QS. Ghafir/ Al Mu’min: 45-46)

وهذه الآية أصل كبير في استدلال أهل السنة على عذاب البرزخ في القبور
Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata “Ayat-ayat ini adalah landasan kuat bagi Ahlussunnah tentang adanya azab barzakh dalam kubur” (Tafsir Ibnu Katsir)

8. Q.S Ath-Thuur ayat 47

وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا عَذَاباً دُونَ ذَلِكَ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
“Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain daripada itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”( Q.S Ath-Thuur : 47)

. ابن عباس: هو القتل. عنه: عذاب القبر
Firman Allah Ta’ala “Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim” Orang-orang kafir “Ada azab selain itu” Berkata, Ibnu Abbas: yaitu (azab itu) adalah pembunuhan, dia juga mengatakan azab kubur. (Tafsir Qurthubi)

9. Q.S At-Takatsur ayat 2 – 3
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُون ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ َ
“Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui” (Q.S At-Takatsur: 2 – 3)

“كلا سوف تعلمون”؛ إذا نزل بكم الموت، وجاءتكم رسل لتنزع أرواحكم. “ثم كلا سوف تعلمون: إذا دخلتم قبوركم، وجاءكم منكر ونكير، وحاط بكم هول السؤال، وانقطع منكم الجواب
“Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui” Adalah di dalam kubur, ; ketika datang kepadamu kematian, maka datanglah utusan mencabut rohmu, “dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui”: Ketika kamu telah masuk ke dalam kuburmu, dan datanglah Munkar dan Nakir dan bertanya kepadamu, lalu kamulah yang menjawab pertanyaan tersebut. (Tafsir Qurthubi)

*** Wallahu A’lam ***

  1. #1 by maman nuhraha on September 20, 2013 - 10:32 pm

    Afan ustadz, dapatkah ayat2 tsb di atas dikompromikan dg surat 3:185 dan 36:52? Jazakalloh

    • #2 by hizred on Oktober 10, 2013 - 9:48 am

      Kalau dengan Surat ‘Ali ‘Imron, ana tidak tahu….. tapi kalau Surat Yaasiin ayat 52, “Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?.” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya)” (Q.S Yaasiin: 51-52)

      Tanggapan:

      Imam Suyuthi menafsirkan ayat ini:

      (Dan ditiuplah sangkakala) yaitu tiupan yang kedua untuk membangkitkan makhluk supaya hidup kembali; jarak antara dua tiupan, yakni tiupan pertama dengan tiupan kedua lamanya empat puluh tahun (maka tiba-tiba mereka) orang-orang yang telah terkubur itu (dari kuburnya) dari tempat mereka dikubur (Keluar dengan segera menuju kepada Rabb mereka) mereka keluar dengan cepat lalu menuju kepada-Nya. (Mereka berkata) orang-orang kafir di antara manusia, (“Aduhai!) Ya di sini menunjukkan makna Tanbih (celakalah kami) binasalah kami lafal Wailun adalah Mashdar yang tidak mempunyai Fi’il dari lafalnya. (Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami -kubur-?”) karena mereka seolah-olah dalam keadaan tidur di antara kedua tiupan itu, maksudnya mereka tidak diazab. (Inilah) kebangkitan ini (yang) telah (dijanjikan yang Maha Pemurah dan benarlah) mengenainya (Rasul-rasul-Nya) mereka mengakui atas kebenaran yang telah dikatakan oleh para rasul, tetapi pengakuan mereka tidak bermanfaat lagi. Menurut pendapat yang lain, bahwa kalimat tersebut dikatakan kepada mereka. (Tafsir Jalalain).

      Wallahu A’lam.

  2. #3 by sunarya on Oktober 21, 2013 - 11:40 am

    jelas sekali 9 poin dalil di atas menunjukan kepastian adanya siksa qubur ,kupur kalau ada orang yang meragukannya dan juga termasuk ingkar sunnah ,pada surah yasin ayat ,52 ini bukan berarti menolak adanya siksaan di dalam qubur mereka ,karena masalah itu di hubungkan dengan kedahsyatan sesudahnya adalah seperti orang yang tidur(Tafsir Ibnu katsir),dan masih banyak lagi penjelasannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    November 2011
    S S R K J S M
    « Sep   Des »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
%d blogger menyukai ini: