Alasan dan Syubhat Pendapat yang Meragukan Siksa Kubur

Mereka yang mengingkari adanya ujian dan siksa kubur atau pun tidak meyakininya 100 % mengemukakan alasan-alasan mereka, seperti:

1. Tidak ada satupun ayat Qur’an yang menunjukkan adanya siksa kubur.

Tanggapan:
Tidak semua berita yang tidak ada dalam Qur’an tidak kita ‘amalkan karena adanya beberapa syari’at yang tidak dijelaskan dalam Al-Qur’an akan tetapi dijelaskan dalam hadits yang shohih seperti tentang tata cara ibadah fardhu seperti sholat, pelaksanaan hukum rajam, bahkan dalam hal-hal yang pokok seperti Syafa’at Nabi di Padang Mahsyar, turunnya ‘Isa ‘alaihissalam di akhir zaman, Pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur, adanya beberapa golongan Umat Islam yang masuk Surga tanpa hisab, dan lain sebagainya yang hanya dijelaskan dalam hadits yang shohih.

2. Asbabun Nuzul ayat siksa kubur adalah surat Makkiyah seperti Ayat 46 surat Al Mukmin dan ayat 27 surat Ibrahim, sedangkan Rasulullah tidak mengetahui siksa kubur sebelum hijrah ke Madinah sebagaimana Hadits yang bersumber dari ‘Aisyah bahwasanya Nabi tidak mengetahui siksa kubur, kecuali ketika di Madinah dan pada saat terakhir.

Tanggapan:
Bisa saja dikatakan, bahwa ayat ini hanya menunjukkan pada azab kubur bagi orang-orang kafir dalam barzakh. Dan tidak ada kelaziman bila orang mukmin akan mendapat azab di kuburnya karena dosa. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Aisyah yang terdapat pada Muslim, no. 584. Juga riwayat Imam Ahmad, bahwa Nabi menjawab: “Sesungguhnya orang Yahudi yang dikenai fitnah kubur,” lalu setelah beberapa malam barulah Rasul bersabda: “Sesungguhnya kalian diuji di dalam kubur,” (Tafsir Ibnu Katsir)

Imam Ibnu Hajar mengatakan “Masalah azab kubur yang disebutkan pada ayat pertama (Q.S Ibrahim: 27) hanya diambil dari makna implisit bagi mereka yang tidak memiliki keimanan. Demikian pula dengan makna tekstual ayat berikutnya (Q.S Ghafir: 46) tentang keluarga Fir’aun, meskipun dimasukkan juga orang-orang yang memiliki hukum yang sama dengan mereka dalam hal kekufuran. Sebenarnya masalah yang diingkari oleh Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam adalah azab kubur bagi para muwahhidin (Orang-orang yang mengesakan Allah). Kemudian setelah itu Nabi diberitahu bahwa azab kubur akan menimpa pula kepada orang-orang yang dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta’ala di antara para muwahhidin. Maka, Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam memastikan keberadaannya serta mengingatkan manusia agar waspada dan bersungguh-sungguh mohon perlindungan darinya. Dengan demikian, tidak ada pertentangan dalam masalah ini”. (Fathul Baari)

3. Ayat Qur’an menerangkan bahwa siksa hanya ada di neraka.

Tanggapan:
Allah berfirman dalam Q.S At-Thuur: 47 yang artinya “Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain daripada itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”

Beberapa ayat yang mengatakan siksa kubur tidak ada adalah Q.S Ibrahim:42 yang berbunyi:
“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak” (Q.S Ibrahim: 42)

Tanggapan:
Ayat di atas tidaklah menafikkan adanya fitnah dan siksa kubur, di sini dikatakan Allah memberi tangguh, artinya tidak mengadzab mereka, sampai hari dimana mata manusia terbelalak, yaitu hari kiamat. Demikian logika mereka. Padahal jika kita melihat penjelasan para ulama tafsir, Al Hafidz Ibnu Katsir menjelaskan makna ‘Allah memberi tangguh kepada mereka‘ : “dikatakan demikian karena kedahsyatan dan kengerian serta huru-hara yang terjadi di hari kiamat” (Tafsir Ibnu Katsir)

“Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; “mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja).” Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran)” (Q.S Al-Ruum: 55)

Tanggapan:
Imam Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan “Ayat ini (di atas) tidak menolak adanya siksa kubur”. (Tafsir Qurthubi)

Karena kedahsyatan dan ngerinya azab kubur, Imam Suyuthi menafsirkan Surat Yunus ayat 45:
(Dan di hari ketika Allah mengumpulkan mereka, seakan-akan) artinya keadaan mereka seolah-olah (tidak pernah tinggal) di dunia atau di alam kubur (melainkan hanya sesaat saja di siang hari) mengingat kengerian yang mereka lihat pada saat itu. Jumlah tasybih atau kalimat ka-allam yalbatsuu illaa saa’atan minan nahaar menjadi hal atau kata keterangan daripada dhamir maf’ul yang terdapat di dalam lafal yahsyuruhum (mereka saling berkenalan di antara sesama mereka) sebagian di antara mereka berkenalan dengan sebagian yang lain bila mereka dibangkitkan dari alam kubur, kemudian terputuslah perkenalan mereka mengingat ngerinya keadaan yang sedang mereka hadapi. Kalimat ayat ini menjadi jumlah hal yang muqaddarah atau berta’alluq pada zharaf. (Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah) yaitu mereka yang tidak mempercayai adanya hari berbangkit (dan mereka tidak mendapat petunjuk). (Tafsir Jalalain).

Imam Suyuthi juga mengatakan bahwa azab akhirat jauh lebih hebat daripada azab dunia dan azab kubur, dalam Tafsir Jalalain ia menafsirkan surat Thoha ayat 127:
(Dan demikianlah) sebagaimana Kami membalas kepada orang yang berpaling daripada Alquran (Kami membalas orang yang melampaui batas) orang yang musyrik (dan tidak percaya kepada ayat-ayat Rabbnya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat) daripada azab di dunia dan azab kubur (dan lebih kekal) lebih abadi. (Tafsir Jalalain)

“Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata: “Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?.” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya)” (Q.S Yaasiin: 51-52)

Tanggapan:
Imam Suyuthi menafsirkan ayat ini:
(Dan ditiuplah sangkakala) yaitu tiupan yang kedua untuk membangkitkan makhluk supaya hidup kembali; jarak antara dua tiupan, yakni tiupan pertama dengan tiupan kedua lamanya empat puluh tahun (maka tiba-tiba mereka) orang-orang yang telah terkubur itu (dari kuburnya) dari tempat mereka dikubur (Keluar dengan segera menuju kepada Rabb mereka) mereka keluar dengan cepat lalu menuju kepada-Nya. (Mereka berkata) orang-orang kafir di antara manusia, (“Aduhai!) Ya di sini menunjukkan makna Tanbih (celakalah kami) binasalah kami lafal Wailun adalah Mashdar yang tidak mempunyai Fi’il dari lafalnya. (Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami -kubur-?”) karena mereka seolah-olah dalam keadaan tidur di antara kedua tiupan itu, maksudnya mereka tidak diazab. (Inilah) kebangkitan ini (yang) telah (dijanjikan yang Maha Pemurah dan benarlah) mengenainya (Rasul-rasul-Nya) mereka mengakui atas kebenaran yang telah dikatakan oleh para rasul, tetapi pengakuan mereka tidak bermanfaat lagi. Menurut pendapat yang lain, bahwa kalimat tersebut dikatakan kepada mereka. (Tafsir Jalalain).

Al-Hafidz Ibnu Katsir juga menjelaskan: “Ayat ini (Q.S Yaasiin: 51-52) tidak menafikan adanya adzab kubur, karena jika dibandingkan dengan apa yang terjadi setelahnya, yang terjadi di alam kubur seperti tidur” (Tafsir Ibnu Katsir).

Orang kafir telah berputus asa di dalam kuburnya, ini dijelaskan dalam Q.S Al-Mumtahanah ayat 13. Imam Suyuthi menafsirkan: (Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian jadikan penolong kalian kaum yang Allah murka terhadap mereka) yaitu orang-orang Yahudi (sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat) yakni dari pahala akhirat, padahal mereka meyakini adanya hari akhirat; demikian itu karena mereka ingkar kepada Nabi padahal mereka mengetahui, bahwa Nabi. itu adalah benar (sebagaimana telah berputus asa orang-orang kafir) yang kini berada (dalam kubur) yaitu orang-orang kafir yang telah mati terkubur, telah putus asa dari kebaikan akhirat. Demikian itu karena di dalam kubur diperlihatkan kepada mereka tempat kedudukan mereka di surga seandainya mereka beriman, sebagaimana diperlihatkan pula kepada mereka tempat kembali yang akan mereka tempati, yaitu neraka. (Tafsir Jalalain)

4. Hadits yang menceritakan Siksa kubur adalah Hadits Ahad, bukan Mutawatir.

Tanggapan:
Begitu banyaknya hal-hal penting yang selain siksa kubur terdapat dalam hadits ahad, seperti:
Keutamaan kenabian Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam atas seluruh nabi dan rasul, Beriman bahwa Allah mengharamkan atas bumi untuk memakan jasad para nabi, Syafa’at Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terbesar di padang Mahsyar, Syafa’at Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk para pelaku dosa besar dari umatnya, Banyak mu’jizat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selain mu’jizat Al Qur’an, Banyaknya kriteria tentang Surga dan Neraka, serta rincian berita hari kiamat, Beriman kepada Qadha’ dan Qadar, baik buruknya, dan Allah menulis atas setiap manusia kebahagiaan dan kesengsaraannya, rizki dan ajalnya, Sepuluh orang sahabat Nabi yang dijamin masuk surga, dan lain sebagainya.

Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Semoga Allah mencerahkan wajah seseorang yang mendengarkan hadits dariku, lalu dia menghafalnya, lalu menyampaikannya kepada orang lain. Terkadang orang yang disampaikan itu lebih paham dari orang yang menyampaikan. Dan terkadang orang yang menyampaikan itu tidak paham” (HR. Tirmidzi 2868, ia (Imam Tirmidzi) berkata: “Hadits hasan”)

Ini merupakan dalil bahwa setiap hadits yang memang terjamin keshohihannya baik mutawatir ataupun ahad wajib diterima dalam semua permasalahan agama.

  1. #1 by abu farraas on November 30, 2012 - 5:24 am

    ijin copas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    November 2011
    S S R K J S M
    « Sep   Des »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
%d blogger menyukai ini: