Kado dari Nabi di Bulan Syawal

Ramadhan akan berakhir, namun rasa-rasanya tidak ada yang menjamin kita untuk berjumpa lagi di Ramadhan yang akan datang. Kalaupun kita masih bersua di Ramadhan yang akan datang, maka juga tidak ada yang menjamin kita bisa berpuasa dengan tenang di siang harinya dan ber Qiyamu-Lail di malam harinya, mungkin saja kita sudah sibuk dengan kesibukan kita dalam menghadapi dunia. Bisa jadi Ramadhan tahun ini adalah kenangan terakhir bagi kita hidup di dunia ini.

Masih ingatkah sewaktu dulu di awal Ramadhan tiba, Syetan dibelenggu, pintu neraka ditutup, pintu surga dibuka sebagaimana Sabda Nabi tercinta Sholallahu’alaihiwa sallam:

إذا كان أول ليلة من شهر رمضان صفدت الشياطين ومردة الجن وغلقت أبواب النار فلم يفتح منها باب وفتحت أبواب الجنة فلم يغلق منها باب وينادي مناد يا باغي الخير أقبل ويا باغي الشر أقصر ولله عتقاء من النار وذلك كل ليلة
“Apabila tiba awal malam Ramadhan, maka syetan-syetan dan jin yang durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang dibuka, pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada satu pintupun yang ditutup, lalu (malaikat) penyeru menyerukan, “Wahai orang yang menghendaki kebaikan, datanglah. Wahai orang yang menghendaki kejelekan, berhentilah. Alloh juga mempunyai pembebas-pembebas dari neraka. Hal itu (terjadi) setiap malam”. (HR Tirmidzi no.682)

Namun, bila Ramadhan berakhir, pintu neraka kembali dibuka, Syetan-syetan kembali dibebaskan dari ikatannya dan pintu kejahatan dan kemaksiatan kembali dibuka. Akankah ada yang meramaikan Mesjid, akankah ada yang masih membaca Qur’an. Mungkin diskotik dan bar akan kembali ramai, konser musik akan kembali disemarakkan dan masih banyak lagi kemaksiatan-kemaksiatan yang datang setelah Ramadhan. Na’udzubillah……

Puaskah kita dengan puasa Ramadhan yang hanya sebulan saja ????

Bagi orang yang beriman dalam artian meraih prediket “SUKSES” di Bulan Ramadhan tentu dia tak akan puas hanya dengan puasa Ramadhan yang hanya sebulan. Ingatkah dengan Hadits Nabi Sholallahu’alai wa sallam berikut:

من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال فكأنما صام الدهر

Dari Abu Ayyub radhiyallahu anhu:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka bagaikan puasa setahun penuh’.”(HR Abu Dawud no.2433)

Namun, perlu diperhatikan dalam melakukan Kado Nabi berupa ‘amalan Sunnah yang mulia ini:

1. Tidak harus dilaksanakan berurutan

“Puasa Syawal tidak harus dilakukan langsung setelah ramadhan. Boleh melakukannya satu hari atau lebih setelah ‘Id, dan mereka boleh menjalankannya secara berurutan atau terpisah selama bulan Syawal, apapun yang lebih mudah bagi seseorang.

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:

“Shahabat-shahabat kami berkata: adalah mustahab untuk berpuasa 6 hari Syawal. Dari hadits ini mereka berkata: Sunnah mustahabah melakukannya secara berurutan pada awal-awal Syawal, tapi jika seseorang memisahkannya atau menunda pelaksanaannya hingga akhir Syawal, ini juga diperbolehkan, karena dia masih berada pada makna umum dari hadits tersebut. Kami tidak berbeda pendapat mengenai masalah ini dan inilah juga pendapat Ahmad dan Abu Dawud.” (Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdza)

Bagaimanapun juga bersegera adalah lebih baik: Berkata Musa: ‘Itulah mereka telah menyusul aku. Dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Rabbi, supaya Engkau ridho kepadaku. (QS Thoha: 84)

2. Tidak boleh dilakukan jika masih tertinggal dalam Ramadhan

“Jika seseorang masih punya hutang puasa Ramadhan, maka dia harus membayar puasa wajibnya terlebih dahulu, lalu baru boleh melanjutkannya dengan 6 hari puasa Syawal, karena dia tidak bisa melanjutkan puasa Ramadhan dengan 6 hari puasa Syawal, kecuali dia telah menyempurnakan Ramadhan-nya terlebih dahulu.”

3. Wanita yang sudah menikah harus minta izin dulu kepada suaminya


لا تصوم المرأة وزوجها شاهد يوما من غير شهر رمضان إلا بأذنه

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda “Seorang istri tidak boleh berpuasa satu haripun selain bulan Ramadhan dan suaminya berada di sampingnya, kecuali dengan izinnya” (HR Tirmidzi no. 782)

Maka beruntunglah wanita yang masih lajang dalam hal ini….

4. Tidak ada perayaan sesudah Puasa 6

Umat Islam hanya mengakui dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), sedangkan mengadaan perayaan Islami hari besar selain itu, jelas suatu hal yang baru. Waspadalah dengan hal yang baru:

وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة

“….Dan jauhilah olehmu hal-hal baru karena sesungguhnya semua bid’ah itu sesat.” (Abu Dawud no. 4607, Tirmidzi no. 2676)

Semoga kita semua bisa mengamalkan Sunnah Nabi tersebut di bulan Syawal yang akan tiba ini, Insya Alloh.

Wallahu A’lam

  1. #1 by Ika Kamaruzzman on September 8, 2011 - 6:28 pm

    salam..ustaz tumpang share sb dlm fb ada kekawan yg berdialog ini..sb saya ingat dlm tanya ustaz sudah beritahu puasa sunat n wajib x boleh digabungkan,buat yg wajib dulu..tapi insyallah blh dpt pahala 2 mungkin..wallahualam..cukuplah sekadar kita lillahitaala..betui..slm eid fidh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Agustus 2011
    S S R K J S M
    « Jul   Sep »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031