Idul Fitri Bersama Pemerintah atau Penguasa

Idul Fitri ditetapkan kalau Hilal sudah terlihat, tidak syah hanya dengan Hisab dan Rukyat.

Sebagaimana Hadits:
لا تصوموا قبل رمضان صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته فإن حالت دونه غيابة فأكملوا ثلاثين يوما وفي الباب عن أبي هريرة وأبي بكرة وابن عمر قال أبو عيسى حديث بن عباس حديث حسن صحيح وقد روي عنه من غير وجه

“Janganlah kamu berpuasa sebelum Ramadhan. Berpuasalah kamu karena melihat hilal (Bulan sabit) dan berbukalah (Idul Fitri) karena melihatnya. Apabila keadaan sedang mendung, maka sempurnakanlah 30 hari” (HR Tirmidzi no.688)

Buktinya Hilal tidak terlihat di 30 Provinsi di Indonesia.

Kembali kepada kaidah Jama’ah:
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS An-Nisa’: 59)

Dalam Hal perbedaan ini, maka:

الصوم يوم تصومون والفطر يوم تفطرون والأضحى يوم تضحون قال أبو عيسى هذا حديث حسن غريب وفسر بعض أهل العلم هذا الحديث فقال إنما معنى هذا أن الصوم والفطر مع الجماعة وعظم الناس

“”Berpuasalah pada hari kalian berpuasa, Idul Fitri adalah hari kalian berbuka, dan Idul Adha adalah hari kalian Menyembelih hewan kurban” (HR Tirmidzi no.697)

Ini menunjukkan kita harus ikut yang mayoritas dalam penetapan Ied.

Satu hal lagi, setiap negeri mengikuti rukyat penduduknya, berdasarkan hadits:

أن أم الفضل بنت الحارث بعثته إلى معاوية بالشام قال فقدمت الشام فقضيت حاجتها واستهل علي هلال رمضان وأنا بالشام فرأينا الهلال ليلة الجمعة ثم قدمت المدينة في آخر الشهر فسألني بن عباس ثم ذكر الهلال فقال متى رأيتم الهلال فقلت رأيناه ليلة الجمعة فقال أأنت رأيته ليلة الجمعة فقلت رآه الناس وصاموا وصام معاوية قال لكن رأيناه ليلة السبت فلا نزال نصوم حتى نكمل ثلاثين يوما أو نراه فقلت ألا تكتفي برؤية معاوية وصيامه قال لا هكذا أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم قال أبو عيسى حديث بن عباس حديث حسن صحيح غريب والعمل على هذا الحديث عند أهل العلم أن لكل أهل بلد رؤيتهم

Ummu Al-Fadhl binti Al Harits mengutusnya (untuk menghadap Mu’awiyah di Syam (Palestine). Ia berkata, “Aku sampai ke Syam, lantas menyelesaikan urusanku dan aku melihat “Hilal” bulan Ramadhan telah terbit, sedangkan aku berada di Syam. Kami melihat bulan itu pada malam Jum’at. Aku sampai di Madinah pada akhir Ramadhan dan Ibnu Abbas bertanya kepadaku, kemudian ia menyebutkan hilal tersebut, ia bertanya, ‘Kapan kamu melihat bulan itu?’Aku menjawab, ‘Kami melihatnya pada malam Jum’at?’ Aku katakan , ‘Orang-orang melihatnya, kemudian mereka berpuasa dan Mu’awiyah juga berpuasa’. Kemudian ia berkata, ‘Tetapi kamu melihatnya pada malam sabtu, dan kami masih berpuasa hingga menyempurnakan 30 hari atau sampai kami melihatnya’. Aku lalu berkata, ‘Apakah tidak cukup dengan melihat Mu’awiyah dan puasanya?’ Ia menjawab, ‘Tidak, Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam memerintahkan kami demikian'”. (HR Tirmidzi no. 693, Abu Dawud dan Muslim) Shahih.

Wallahu A’lam

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Agustus 2011
    S S R K J S M
    « Jul   Sep »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
%d blogger menyukai ini: