Perbanyak do’a di bulan Ramadhan

Bila kita membuka Al-Qur’an kita, setelah membaca ayat-ayat tentang kewajiban puasa Ramadhan pada surat Al-Baqoroh 183-185, maka di ayat berikutnya kita akan menemukan tentang anjuran berdo’a, sebagaimana firman-Nya yang berarti:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (Q.S Al-Baqoroh: 186)

Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
َلاَثَةٌُ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ، وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزَّتِي لاَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ ِحينٍِ
Ada 3 orang yang do’anya tidak akan tertolak, yaitu: Seorang imam (pemimpin) yang adil, orang yang berpuasa ketika ia berbuka, dan do’a orang yang teraniaya. Alloh akan mengangkat do’anya ke atas awan dan membuka pintu-pintu langit bagi do’anya itu. Lalu Alloh berfirman ‘Demi keagungan-Ku, sungguh aku akan menolongmu meskipun setelah lewat waktunya’” (HR. Tirmidzi no. 2526)

Keutamaan do’a:
1. Do’a adalah ibadah berupa ucapan yang paling mulia, berdasarkan sabda Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam:
لَيْسَ شًيْءٌُ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ سُبْحَانَهُ مِنْ الدُّعَاء
“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Alloh daripada do’a” (HR. Ibnu Majah no.3829)

2. Alloh ‘Azza wa Jalla murka kepada orang yang tidak berdo’a, sebagaimana hadits Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam:
مَنْ لَمْ يَسْأَلْ اللَّه: يَغْضَبْ عَلَيْهِ
“Barangsiapa yang tidak meminta kepada Alloh, maka Alloh akan memurkainya” (HR Tirmidzi no.3373)

3. Do’a mampu menolak takdir, sebagaimana sabda Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam:
لاَيَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلاَّ ِلدُّعَاءَ
“Tidak ada yang mampu menolak takdir kecuali do’a” (HR Tirmidzi no.2139)

4. Orang yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu berdo’a
أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنِ الدُّعَاءِ وَأَبْخَلُ النَّاسِ مَنْ بَخِلَ بِالسَّلاَمِ
“Orang yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu berdo’a dan orang yang paling bakhil adalah orang yang tidak mau menjawab salam” (HR Al-Haitsami, dishahihkan Syaikh Al-Albani)

5. Do’a bisa menghindarkan bencana, sebagaimana dalam Q.S Maryam: 48
“Dan aku akan menjauhkan diri dari padamu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku”.

Agar Do’a dikabulkan:
1. Ikhlas hanya karena Alloh dan tidak mencampurinya dengan Riya’ berdasarkan Q.S Al-Bayyinah:5
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus….”
2. Mengikuti Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam dalam tata cara berdo’a sebagaimana dalam Q.S Ali ‘Imran 31:
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

3. Yakin dan percaya bahwa do’a kita akan terkabulkan oleh Allo Subhanahu wa Ta’ala
يَا عِبَادِيْ! لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ. وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ. قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسْأَلُونِي. فَأَغْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَان مَسْأَلَتَهُ. مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرِ
“Wahai hamba-hambaKu, andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir, baik dari bangsa manusia maupun bangsa jin, berdiri di atas satu dataran lalu meminta apa pun kepada-Ku, lalu aku penuhi semua permintaan mereka, hal itu sedikit pun tidak mengurangi kekayaan yang Aku miliki, hanya seperti berkurangnya air samudra ketika dimasuki sebatang jarum jahit (kemudian diangkat)” HR Muslim no. 2577 dalam Arba’in Nawawiyah no.24

4. Menghadirkan hati dan khusyu’ dalam berdo’a, mengharapkan pahala dan takut akan siksa-Nya, karena, Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
ادْعُواللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَستَجِيبُ دُعَاءًَ مِنْ قَلْبٍِ غَافِلٍِ لاَهٍِ
“Berdo’alah kepada Alloh dan kamu yakin do’amu terkabul dan ketahuilah bahwa Alloh tidak mengabulkan do’a orang yang lalai dan tidak serius” (HR Tirmidzi no.3479)

5. Sungguh-sungguh dalam berdo’a dan punya keinginan kuat
لاَ يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْلِي إِنْ شِئْتَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي إِنْ شِئْتَ، لِيَعْزِمْ الْمَسْأَلَةَ؛ فَإِنَّهُ، لاَ مُكْرِهَ لَهُ
“Janganlah seseorang kalian mengucapkan, ‘Ya Alloh, ampunilah aku bila Engkau berkenan. Ya Alloh, rahmatilah aku bila Engkau berkenan. Dan hendaklah memantapkan permohonan Sesungguhnya Alloh tidak ada yang dapat memaksa-Nya”(HR Bukhari dalam mukhtasar Shohih Bukhari5, hadits no.2432)

Penyebab TerhalangnyaDo’a:
1. Bersenang-senang dengan yang haram, makanan haram, minuman haram, pakaian dan tempat tinggal juga haram, dan sebagainya. Sebagaimana Hadits Nabi:
ثم ذكر الرجل يطيل السفر أشعث أغبر ثم يمد يديه إلى السماء يا رب يا رب ومطعمه حرام ومشربه حرام وملبسه حرام وغذى بالحرام فأنى يستجاب لذلك
“Beliau Sholallahu’alaihi wa sallam menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ”Wahai Robbku, wahai Robbku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan (perutnya) dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin orang seperti ini dikabulkan do’anya.” (HR. Ahmad no.8330 dan HR. Muslim dalam Arba’in Nawawi no.10)

2. Tergesa-gesa dan tidak sabar dalam berdo’a sehingga tidak mau berdo’a lagi
“لا يزال يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم أو قطيعة رحم. ما لم يستعجل”. قيل: يا رسول الله! ما الاستعجال؟ قال “يقول: قد دعوت، وقد دعوت، فلم أر يستجيب لي. فيستحسر عند ذلك، ويدع الدعاء”
“Do’a seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang dosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa. Mereka bertanya ‘Apa yang dimaksud dengan tergesa-gesa?’ Beliau Sholallahu’alaihi wa sallam menjawab ‘Dia berkata ‘Saya berdo’a berkali-kali namun tidak dikabulkan, lalu dia merasa bosan kemudian meninggalkan do’a” (HR Muslim no. 2735)

3. Berdo’a yang mengandung dosa dan pemutusan silaturrahim (Seperti yang diterangkan di atas)

4. Melakukan kemaksiatan dan perbuatan haram.
Seseorang pezina, pemabuk, pemakan gaji dari lembaga ribawi, penyihir, peramal ,dsb ataupun muslimah yang masih menampakkan auratnya di khalayak ramai tidak akan memiliki do’a yang makbul jika masih belum bertobat dari dosanya.

5. Meninggalkan kewajiban yang diwajibkan Alloh.
Orang yang tidak sholat, tidak puasa , tidak zakat, tidak haji padahal mampu juga tidak akan makbul do’anya sampai dia ta’at melakukan kewajiban yang telah disyari’atkan

Wallohu A’lam

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Agustus 2011
    S S R K J S M
    « Jul   Sep »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
%d blogger menyukai ini: