Kedudukan Ali bin Abi Thalib di Sisi Rasulullah

Do’a Nabi Muhammad Sholallahu’alaiji wa sallam kepada ‘Ali Radhiallahu’anhu:
حدثنا علي بن محمد ثنا أبو الحسين أخبرني حماد بن سلمة عن علي بن زيد بن جدعان عن عدي بن ثابت عن البراء بن عازب قال أقبلنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في حجته التي حج فنزل في بعض الطريق فأمر الصلاة جامعة فأخذ بيد علي فقال ألست أولى بالمؤمنين من أنفسهم قالوا بلى قال ألست أولى بكل مؤمن من نفسه قالوا بلى قال فهذا ولي من أنا مولاه اللهم وال من والاه اللهم عاد من عاداه
Dari Barra’ bin Azib, dia berkata, “Kami pergi bersama Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam dalam perjalanan haji yang beliau hendak kerjakan. Kemudian beliau singgah di sebuah jalan dan menyuruh kami untuk mengerjakan sholat secara berjama’ah. Tangan Ali dipegangnya dan bersabda, ‘Bukankah aku lebih patut dilindungi oleh orang-orang beriman daripada mereka?’ Mereka menjawab, ‘Benar, wahai Rasulullah!’ Kemudian beliau bersabda, ‘Maka inilah penolong dan aku adalah penolongnya. Ya Allah, berilah pertolongan bagi siapa yang menolongnya! Ya Allah, musuhilah bagi siapa yang memusuhinya!'”. (HR Ibnu Majah no. 116, Shahih dalam Ash-Shahihah (1750))

Cinta Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam kepada ‘Ali:

حدثنا علي بن محمد ثنا وكيع وأبو معاوية وعبد الله بن نمير عن الأعمش عن عدي بن ثابت عن زر بن حبيش عن علي قال: عهد إلي النبي الأمي صلى الله عليه وسلم أنه لا يحبني إلا مؤمن ولا يبغضني إلا منافق
‘Ali bin Muhammad menceritakan kepada kami, diceritakan kepada kami dari Waki’ dan Abu Mu’awiyah dan Abdullah bin Namir, dari Al A’masy, dari Adi bin Tsabit, dari Zirr bin Hubaisy, dari Ali, ia berkata:”Nabi yang Ummi telah berpesan kepadaku; ‘Tidak ada yang mencintaimu kecuali seorang mukmin dan tidak ada yang membencimu kecuali seorang munafik'”. (HR Ibnu Majah no.114)

‘Ali adalah bagian dari diri Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam:
حَدَّ ثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَ كيِعٍِ: حَدَّ ثَنَا أَبِي، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ أَبِي إِسْحَقَ، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ لِعَلِيِّ بْنِ أَبِي ظَالِبٍِ: أَنْتَ مِنِّي، وَ أَنَا مِنْكَ.
Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, dari Isra’il, dari Abu Ishaq, dari Al Bara’ bin ‘Azib: Bahwa Nabi Sholallahu’alaihi wa Sallam bersabda kepada Ali bin Abi Thalib, “Engkau adalah bagian dari (diri)ku dan aku adalah bagian dari (diri)mu” (HR Tirmidzi no. 3716)

Amanah Rasulullah kepada ‘Ali:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – خَرَجَ إِلَى تَبُوكَ ، وَاسْتَخْلَفَ عَلِيًّا فَقَالَ أَتُخَلِّفُنِى فِى الصِّبْيَانِ وَالنِّسَاءِ قَالَ « أَلاَ تَرْضَى أَنْ تَكُونَ مِنِّى بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلاَّ أَنَّهُ لَيْسَ نَبِىٌّ بَعْدِى حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – خَرَجَ إِلَى تَبُوكَ ، وَاسْتَخْلَفَ عَلِيًّا فَقَالَ أَتُخَلِّفُنِى فِى الصِّبْيَانِ وَالنِّسَاءِ قَالَ « أَلاَ تَرْضَى أَنْ تَكُونَ مِنِّى بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلاَّ أَنَّهُ لَيْسَ نَبِىٌّ بَعْدِى
Musaddad menceritakan kepada kami, Yahya menceritakan kepada kami dari Syu’bah dari Al Hakam dari Mush’ab bin Sa’ad dari ayahnya, Ketika Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam berangkat menuju Tabuk, dan dia menunjuk Ali menjadi wakilnya di Madinah, Ali berkata, “Apakah engkau ingin meninggalkan aku bersama anak-anak dan para wanita?” Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda “Apakah engkau tidak ridha kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa? Hanya saja tidak ada Nabi setelahku” (HR Bukhari no.4416 dan Muslim no.2404)

Rasulullah Mengunjungi Anak dan Menantu dan memberi Pelajaran:
Diriwayatkan dari Al-Hakam, ia berkata, “Aku mendengar Ibnu Abi Laila berkata, Ali bin Abi Thalib bercerita kepada kami,
‘Fatimah Radhiallahu’anha datang menemui Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam untuk meminta pembantu namun ia tidak bertemu beliau. Ia bertemu dengan ‘Aisyah dan mengabarkan maksud kedatangannya. Ali bin Abi Thalib menuturkan, ‘Rasulullah datang menemui kami ketika kami telah berada di pembaringan. Aku bangkit menyambut beliau, namun beliau berkata, ‘Tetaplah di tembat kalian’, beliau duduk diantara kami hingga aku merasakan dinginnya kedua telapak kaki beliau di dadaku. Beliau berkata,
أَلاَ أُعَلِّمُكُمَا خَيْرََا مِمَّا سَأَلْتُمَانِي؟ إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجعَكُمَا تُكَبِّرَانِ أَرْبَعََ وَثَلاَثِيْنَ وَتُسَبِّحَانِ ثَلاَثًَا وَثَلاَثِيْنَ، وَتَحْمَدَانِ ثَلاَثًَا وَثَلاَثِيْنَ فَهُوَ خيرٌُ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍِ
‘Maukah kalian aku ajari sesuatu yang lebih baik daripada yang kalian minta?! Apabila kalian mendatangi pembaringan kalian ucapkanlah Allohu Akbar sebanyak 34 x, Subhanalloh sebanyak 33 x dan Alhamdulillah sebanyak 33 x. Sesungguhnya itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu'”. (Al-Bidayah wa Nihayah, Bab Khulafaurasyidin hal.423)

Alloh ‘Azza wa Jalla Menjanjikan Kemenangan di Tangan ‘Ali:
Ketika datang malam penyerangan menuju Khaibar atau setelahnya, Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh akan aku berikan panji perang ini kepada seseorang yang mencintai Alloh dan Rasul-Nya”.
Maka pagi harinya para sahabat mendatangi Rasulullah dan setiap mereka berharap diberi komando perang tesebut. Lalu beliau bertanya, “Dimanakah ‘Ali bin Abi Thalib?’ mereka menjawab “Kedua matanya sedang sakit”. Nabi bersabda,”Bawalah dia kemari!” Lalau didatangkanlah. Rasulullah meludah di kedua matanya dan mendo’akannya maka sembuhlah ia dari sakitnya seolah-olah tidak merasakan sakit sebelumnya, kemudian panji perang diberikan kepadanya. (Perjalanan Hidup Rasul yang Agung, Darul Haq, hal.549)

Marhab, seorang pembesar Yahudi menentang pertarungan satu lawan satu di Khaibar, setelah membunuh seorang pasukan Muslim, dia kembali menantang duel sambil berkata “Bumi Khaibar sudah tahu bahwa akulah Marham….”
Maka majulah ‘Ali bin Abi Thalib kehadapanya sambil berkata,”Akulah yang dinamai ibuku singa, seperti singa hutan yang menakutkan, aku penuhi tantangan mereka sepenuh hati”. Lalu Ali menebas kepala Marhab dan tewaslah ia, kemuudian kemenangan pun diraih melalui Ali.(Perjalanan Hidup Rasul yang Agung, Darul Haq, hal.550)

Pengikut Rasulullah harus ta’at juga kepada ‘Ali:

َدَّ ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍِ: حَدَّ ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍِ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍِ، قَال: سَمِعْتُ أَبَا الطُّفَيْلِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَرِيحَةا – أَوْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ، شَكَّ شُعْبَةُ- عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ، قَالَ: مَنْ كُنْتُ مَوْلاَهُ؛ فَعَلِيُّ مَوْلاَهُ.
Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Salamah bin Kuhail, ia berkata, “Aku mendengar Abu Ath-Thufail menceritakan dari Abu Sarihah-atau Zaid bin Arqam (di sini Syu’bah ragu)-, dari Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam beliau bersabda ‘Barangsiapa yang -menjadikan- aku sebagai tuannya maka Ali adalah tuannya (juga)’.” (HR Tirmidzi no.3713, Ash-Shahihah (1750), Ar-Raudh An-Nadhir (171), dan Al Misykah (6072).

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Agustus 2011
    S S R K J S M
    « Jul   Sep »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
%d blogger menyukai ini: