Keistimewaan Utsman bin Affan

* Utsman bin Affan adalah salah satu sahabat Nabi Sholallahu’alaihi wa sallam yang akan memasuki Surga
Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ يَحْفِرْ بِئْرَ رُومَةَ فَلَهُ الْجَنَّةُ فَحَفَرَ هَا عُثْمَانُ
“Siapa saja yang menggali Sumur Rumata maka untuknya surga” Maka sumur tersebut digali oleh Utsman (H.R Bukhori)

Beliau Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda lagi:
مَنْ جَهَّزَ جَيْشَ الْعُسْرَةِ فَلَهُ الْجَنَّةُ فَجَهَّزَهُ عُثْمَانُ
“Barangsiapa yang mendanai pasukan ‘Usrah, maka untuknya surga” Maka Utsman bin Affan mendanai pasukan tersebut (H.R Bukhori)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ وَاقِعٍ الرَّمْلِيُّ: حَدَّثَنَا ضَمْرَةُ بْنُ رَبِيعَةَ٬ عََنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَوْذَبٍ٬ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْقَاسِمِ٬ عَنْ كَثِيرٍ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ٬ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ٬ قَالَ جَاءَ عُثْمَنُ إِلَى انَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَلْفِ دِينَارٍ٬ قَالَ الْحَسَنُ بْنُ وَاقِعٍ: وَكَانَ فِي مَوْضِعٍ آخَرَ مِنْ كِتَابِي فِي كُمَّهِ حِينَ جَهَّزَ جَيْشَ الْعُسْرَةِ٬ فَيَنْثُرُهَا فِي حِجْرِهِ٬ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ: فَرَأَيْتُ انَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَلِّبُهَا فِي حِجْرِهِ٬ وَيَقُولُ: مَاضَرَّ عُثْمَانَ مَاعَمِلَ بَعْدَ الْيَومِ٬. مَرَّتَيْنِ.
Muhammad bin Isma’il menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Waqi’ Ar-Ramli menceritakan kepada kami, Dhomarah bin Robi’ah menceritakan kepada kami, dari Abdullah bin Syaudzab, dari Abdullah bin Qosim, dari Katsir – budak Abdurrahman bin Samuroh -, dari Abdurrahman bin Samuroh, ia berkata, “Utsman mendatangi Nabi Shollallohi’alaihi wa sallam dengan membawa seratus dinar – Hasan bin Waqi’ mengatakan, ‘Di tempat lain dalam kitabku – di lengan bajunya, saat dirinya menyiapkan pasukan usyroh (Pasukan yang akan berangkat ke perang Tabuk). Ia kemudian menyebarkan dinar tersebut di pangkuan Rasululloh Shollallohi’alaihi wa sallam. Aku kemudian melihat Nabi Shollallohi’alaihi wa sallam membolak balikkan dinar itu di pangkuannya, dan beliau berkata, ‘Tidak akan membahayakan Utsman apa yang telah ia lakukan pada hari ini’. Beliau mengatakan itu dua kali” (H.R Tirmidzi no. 3701)

Hadits riwayat Abu Musa Al-Asy`ari Radhiallhu’anhu, ia berkata:
Tatkala Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam berada dalam salah satu kebun Madinah sedang bersandar dengan menancapkan sebatang kayu antara air dan tanah tiba-tiba datang seseorang yang ingin menemui Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam. Beliau bersabda kepada pelayan: Bukakanlah pintu dan sampaikan kepadanya kabar gembira dengan memasuki surga. Orang tersebut ternyata adalah Abu Bakar. Aku pun membukakannya dan menyampaikan kabar gembira tentang surga. Tak lama kemudian datang lagi seseorang minta dibukakan. Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda: Bukakanlah pintu dan sampaikan kabar gembira kepadanya mengenai surga. Aku beranjak dan ternyata orang tersebut adalah Umar. Aku pun membukakannya dan menyampaikan kabar gembira tentang surga. Kemudian datang lagi seseorang yang juga ingin dibukakan. Kemudian Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam duduk dan bersabda: Bukakanlah pintu dan sampaikanlah kabar gembira tentang surga dengan musibah yang akan menimpa. Aku pun pergi menemui orang itu, ternyata dia adalah Utsman bin Affan. Aku bukakan pintu untuknya dan menyampaikan kepadanya berita gembira tentang surga. Utsman lalu berkata: Ya Allah, (berilah) kesabaran atau Allah-lah Yang Maha Penolong. (Shahih Muslim No.4416)

* Utsman adalah salah seorang yang memenuhi panggilan Alloh dan Rasul-Nya dan berhijrah dua kali.
Dari Ibnu Syihab, ia berkata, “‘Urwah telah mengabarkan kepadaku bahwa Ubaidillah bin ‘Ady bin Al-Khiyar telah mengabarkan kepadaku bahwa Miswar bin Makhramah dan Abdur Rahman bin Al-Aswad bin Abdul Yaghuts telah berkata,’Apa yang menghalangimu untuk berbicara kepada Utsman tentang saudaranya Al-Walid, karena orang-orang sedang sibuk membicarakan tentang permasalahan tersebut. Aku berniat menemui Utsaman hingga ia keluar untuk mengerjakan Sholat. Kukatakan kepadanya,’Ada yang perlu aku bicarakan denganmu yang isinya merupakan nasehat untukmu. Beliau berkata,’Hai lelaki menjauhlah!’ -Ma’mar berkata,’Aku mengira beliau berkata,’Aku berlindung kepada Alloh dari kejahatanmu’-Kemudian akupun kembali menemui keduanya. Kemudian datanglah utusan dari Utsman dan aku mendekatinya. Ia berkata,’Apa isi nasehatmu?’ Aku katakan ‘Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus Muhammad Sholallahu’alaihi wa sallam dengan membawa kebenaran serta menurunkan kitab kepada beliau sedang kamu adalah salah seorang yang memenuhi panggilan Alloh dan Rasul-Nya Sholallahu’alaihi wa sallam, engkau juga telah melakukan hijrah dua kali, telah menemani Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam, dan telah melihat langsung sunnah beliau. Lihatlah masyarakat sedang sibuk membicarakan tentang kasus Al-Walid’. Ia bertanya,’Apakah engkau sempat menemui Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam?’ Aku jawab,’Tidak, tetapi ilmu beliau telah sampai kepadaku sebagaimana sucinya seorang perawan di balik hijabnya.’
Ia berkata,’Amma Ba’du, Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus Muhammad Sholallahu’alaihi wa sallam dengan membawa kebenaran dan aku termasuk salah seorang yang memenuhi panggilan Alloh dan Rasul-Nya, aku beriman dan apa yang dibawa beliau, aku juga melakukan hijrah dua kali-sebagaimana yang telah engkau katakan- dan aku juga telah menemani dan membai’at Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam. Demi Alloh aku tidak pernah mendurhakai dan mengkhianati beliau hingga Alloh mewafatkan beliau, demikian juga Abu Bakar dan Umar kemudian aku diangkat menjadi khalifah, bukankah aku memiliki haq seperti haq mereka?’ Aku jawan,’Benar.’ Ia berkata lagi,’Ada apa dengan berita-berita yang sampai kepadaku? Adapun tentang permasalahan Al-Walid akan kita selesaikan dengan benar Insya Alloh’. Kemudian beliau memanggil Ali bin Abi Thalib dan memerintahkannya agar mendera Al-Walid sebanyak 80 kali. (Al-Bidayah wa Nihayah Bab. Khulafa Ar-Rasyidin, Hal 323-324)

* Kabar gembira tentang Ke-Syahidan Utsman bin Affan
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ٬ حَدَّثَنَا يَحْيَ بْنُ سَعِيدٍ٬ عَنْ سَعِيدِ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ٬ عَنْ قَتَادَةَ٬ عَنْ أَنَسٍ حَدَّثَهُمْ٬ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَعِدَ أُْحُدًا٬ وَأَبُو بَكْرٍ٬ وَعُمَرُ٬ وَعُثْمَانُ٬ فَرَجَفَ بِهِمْ فَقَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ׃ اثْبُتْ أُحُدُ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ نَبِيٌّ٬ وَصِدِّيقٌ٬ وَشَهِيدَانِ٠
Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami dari Sa’ad bin Abu Arubah, dari Qatadah, dari Anas yang menceritakan kepada mereka, bahwa Rasulullah Shollallohu’alaihi wa sallam mendaki gunung Uhud bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman, kemudian gunung Uhud mengguncangkan mereka. Rasululloh Shollallohu’alaihi wa sallam kemudian bersabda, “Tetaplah Uhud, sesungguhnya yang ada di atasmu hanyalah seorang nabi, sahabat dekat, dan dua orang yang akan mati syahid.” (Shahih: Ash-Shahihah (875); Al-Bukhari, H.R Tirmidzi, no.3697)

* Rasa malu yang dimiliki Utsman
Imam Ahmad berkata, “Waqi’ telah mengatakan kepada kami dari Sufyan dari Khalid Al-Hadzdza’ dari Abi Qilabah dari Anas, ia berkata bahwa Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
أَرْحَمُ أُمَّتِي أَبُو بَكْرٍ وَأَشَدُّهَا فِي دِينِ اللَِّ عُمَرَ وَأَصْدَقُهَا حَيَاءً عُثْمَانُ وَأَعْلَمُهَا بِلْحَلاَلِ وَالْحَرَامِ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ وَأَقْرَؤُهَا لِكِتَابِ اللَّهِ أُبَيٌّ وَ أَعْلَمُهَا بِلْفَرَائِضِ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِينٌ وَ أَمِينُ هَذِهِ اْلاُمَّةِ أَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ
“Orang yang paling penyayang di antara umatku adalah Abu Bakar, yang paling tegas terhadap agama Alloh adalah Umar, yang paling pemalu adalam Utsman, yang paling mengetahui tentang halal dan haram adalah Mu’adz bin Jabal, yang paling hafal tentang Al-Qur’an adalah Ubay dan yang paling mengetahui tentang ilmu waris adalah Zaid bin Tsabit. Setiap Umat mempunyai seorang yang terpercaya dan orang yang terpercaya di kalangan umatku adalah Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarrah”. (H.A Ahmad dalam Al-Musnad, 3/184,281 dan dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitabnya Al-Jami’ Ash-Shagir, 908)

* Kedudukan Utsman bin Affan di tengah umat
Sufyan bin Ya’qub berkata,”Hisyam bin ‘Ammar telah mengatakan kepada kami dan berkata,’Amr bin Waqqid telah mengatakan kepada kami dan berkata, ‘Yunus bin Maisaroh telah mengatakan kepada kami dari Abi Idris dari Mu’adz bin Jabal berkata, ‘Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
إِنِّى رَأَيْتُ أَنِّي وُضِعْتُ فِى كَفَّةٍ فَعَدَلْتُهَا ثُمَّ وُضِعَ أَبُوْ بَكْرٍ فِي كَفَّةٍ وَ أُمَّتٍي فِي كَفَّةٍ فَعَدَلَهَا ثُمَّ وُضِعَ عُمَرَ فِي كَفَّةٍ وَ أُمَّتٍي فِي كَفَّةٍ فَعَدَلَهَا ثُمَّ وُضِعَ عُثْمَانُ فِي كَفَّةٍ وَ أُمَّتٍي فِي كَفَّةٍ فَعَدَلَهَا
“Sesungguhnya aku melihat bahwa aku diletakkan di sebuah daun timbangan dan umatku diletakkan pada daun timbangan yang lain ternyata aku lebih berat dari mereka. Kemudian Abu Bakar di sebuah daun timbangan dan umatku diletakkan pada daun timbangan yang lain ternyata dia lebih berat dari mereka. Lantas diletakkan Umar di sebuah daun timbangan dan umatku diletakkan pada daun timbangan yang lain ternyata dia lebih berat dari mereka. Lalu diletakkan Utsman di sebuah daun timbangan dan umatku diletakkan pada daun timbangan yang lain ternyata dia lebih berat dari mereka”. (Al-Ma’rifatu wat Tarikh, 3/357)

* Wasiat Nabi kepada Utsman bin Affan agar tetap sabar dan tidak memenuhi tuntutan agar ia turun dari jabatan
Imam Ahmad berkata,”Abul Mughirah telah mengatakan kepada kami dan berkata, Al-Walid bin Sulaiman telah mengatakan kepada kami dan berkata, Rabi’ah bin Yazid telah mengatakan kepadaku dari Abdullah bin ‘Amir dari An-Nu’man bin Basyir dari ‘Aisyah Rodhiallahu’anha, Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam mengutus Utsman bin Affan agar ia datang menghadap. Ketika ia datang, Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam menyambut kedatangannya. Setelah kami melihat Rasul menyambutnya maka salah seorang kamipun menyambut kedatangan yang lain dan ucapan terakhir yang diucapkan Rasulullah sambil menepuk pundaknya,
يَا عُثْمَانُ إِنَّ اللَّهَ عَسَى أَنْ يُلْبِسَكَ قَمِيصًا فَإِنْ أَرَارَكَ الْمُنَافِقُو نَ عَلَى خَلْعِهِ فَلاَ تَخْلَعْهُ حَتَّى تَلْقَانِي ثَلاَثَا
‘Wahai Utsman, mudah-mudahan Alloh akan memakaikan untukmu sebuah pakaian dan jika orang-orang munafik inginmelepaskan pakaian tersebut maka jangan engkau lepaskan hingga engkau menemuiku (meninggal)’. Tiga kali
Aku katakan,’Ya Ummul Mukminin hadits ini aku riwayatkan darimu.’Aisyah menjawab,’Demi Alloh aku sudah lupa.’Kemudian aku beritahukan hal tersebut kepada Mu’awiyah bin Abi Sufyan, namun ia kurang yakin hingga ia menulis surat kepada Ummul Mukminin,’Tuliskan untukku tentang hadits ini!’ Maka Ummul Mukminin menuliskan tentang hadits tersebut”. (H.R Ahmad dalam Al-Musnad, 6/86)

Wallahu A’lam

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Juni 2011
    S S R K J S M
    « Mei   Jul »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
%d blogger menyukai ini: