33 Kiat Sholat Khusyu’

Keharusan Khusyu’ dalam sholat adalah hal utama yang harus ditekankan, sebagaimana firman Allooh ‘Azza wa Jalla:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
“Peliharalah segala salat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk” (Q.S Al-Baqoroh: 238)

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
”(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya.” (Q.S. Al-Mukminun: 2)

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ
”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (Q.S. Al-Baqoroh: 45)

Dari ayat-ayat di atas, maka kita diwajibkan berusaha untuk melakukan sholat dengan khusyu’. Adapun kiat dan cara agar sholat kita khusyu’ adalah sebagai berikut:

1. Persiapan Diri Untuk Shalat
Hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal. Diantaranya:
• Menjawab seruan adzan dan dilanjutkan dengan berdoa sesudah adzan.
• Menyempurnakan wudhu
• Menyiapkan diri untuk shalat dengan memilih pakaian yang bagus dan harum.
• Bersegera pergi menujumasjid dengan ketenangan
• Menunggu shalat berjamaah dimulai dan segera melurus-rapatkan shaf (barisan) karena setan selalu mencari celah-celah untuk dilaluinya.

2. Thuma’ninah dalam Shalat

Orang yang tidak melakukan thuma’ninah dalam shalatnya, tidak mungkin dapat mencapai kekhusyu’an, karena shalat yang dikerjakan dengan cepat-cepat dapat menghilangkan kekhusyu’an dan dapat menghilangkan pahala.
“Sejahat-jahat manusia adalah pencuri, yaitu orang yang mencuri dari shalatnya.”Qatadahbertanya,”Ya Rasulullah, bagaimana ia bisa mencuri shalatnya?”Beliau menjawab.”Ia tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya .” (Ahmad)

3. Mengingat mati dalam shalat

“Ingatlah kematian dalam shalatmu, karena apabila seseorang mengingat kematian dalamshalatnya, sudah pasti ia akan berusaha keras untuk menyempurnakan shalatnya. Dan,shalatlah kamu seperti shalatnya seseorang yang tidak membayangkan bahwa dirinya bias mengerjakan shalat sesudah itu. ” (As-silsilah Ash-Shahihah oleh Albani)

4. Menghayati ayat-ayat dan zikir yang dibaca serta berinteraksi dengannya

Diantara hal-hal yang dapat membantu kita menghayati al-Quran adalah membaca ayat-ayatal-Quran secara berulang-ulang sambil membiasakan diri mengamati artinya. Selain itu, hal lainyang dapat mebantu kita agar dapat menghayati ayat-ayat al-quran adalah denganmengadakan interaksi dengan ayat-ayat tersebut. Juga diantara hal-hal yang dapat membantupenghayatan (terhadap ayat-ayat yang dibacanya) adalah membaca al-quran dan berbagaimacam dzikir yang terdapat pada rukum-rukun shalat dengan segala variasinya.Setelah dihafalmaka dibaca, direnungkan dan difikirkannya.Diantara bukti interaksi kita terhadap ayat-ayatal-quran ialah ketika kita mengucapkan amin setelah membaca al-Fatihah. Atau seperti apayang diriwayatkan Hudzaifah,
” Pada suatu malam saya shalat bersama Rasulullah. Beliaumembaca al-Quran dengan perlahan-lahan. Apabila melewati ayat yang mengandung tasbih,beliau pasti mebaca tasbih. Apabila melewati ayat yang berisikan permohonan (kepada Allah),beliau memohon.Dan, apabila melewati ayat yang berisikan permohonan perlindungan beliaupasti memohon perlindungan (kepada Allah).”(Muslim)

5. Mentartil bacaan ayat per ayat

Metode memotong bacaan ayat per ayat dilakukan untuk lebih mempercepat memahamisekaligus menghayati ayat-ayat tersebut. Bahkan hal yang demikian itu merupakan SunnahNabi sebagaimana yang dituturkan oleh Ummu Salamah mengenai bacaan Rasulullah,
“Bismillahirrahmaanirrahiim.”Dalam satu riwayat disebutkan,” Kemudian beliau berhenti sejenak, lalumembaca alhamdu lillahi rabbil ‘alamiin, kemudian berhenti.Setelah itu membaca ar-rahmaanirrahiim.” Dalam riwayat yang lain disebutkan,”Kemudian beliau berhenti, lalu membaca maalikiyaumid diin, sambil memutus-mutuskan ayat demi ayat.”

6. Membaca dengan tartil dan memperbagus suara bacaannya

Membaca al-Quran dengan tartil dan perlahan-lahan itu lebih mendorong si pembacanyauntuk menghayati dan bersikap khusyu.Keadaan yang demikian itu berbeda dengan membacasecara cepat den tergesa-gesa.Yang juga dapat membantu kekhusyuan dalam shalat adalahmemperbagus suara bacaan. Hal ini bukan berrati melenggak-lenggokkan suara dan membacaberdasarkan bacaan orang lain yang tidak benar. Akan tetapi suara itu dikatakan indah biladisertai dengan bacaan yang mengandung kesedihan, seperti disabdakan Nabi,
” Sesungguhnya di antara manusia yang suaranya bagus ketika membaca al-Quran adalah apabila kamumendengar al-quran itu dibacanya, kamu mengira bahwa dia benar-benar takut kepada Allah.” (Ibnu majah)

7. Menyadari bahwa Allah pasti Mengabulkan doa dalam shalatnya

“Apabila salah seseorang diantaramu berdiri shalat, sesungguhnya ia sedang bermunajahkepada Rabb-nya, maka hendaklah ia memperhatikan bagaimana cara bermunajah kepada-Nya (yang baik). “(Mustadrak al-Haakim)

8. Shalat dengan Menghadap dan dekat kepada Tabir

“Apabila salah seorang dari kalian shalat, hendaklah ia menghadap ke arah tabir dan dekat kepadanya. ” (Abu Daud)

“Apabila salah seorang kamu shalat ke arah tabir hendaklah mendekatinya, maka setan tidak dapat memutus kan shalatnya. “(Abu Daud)

9. Meletakkan Tangan Kanan di atas Tangan Kiri di atas dada

Ibnu Hajar Rahimahullah berkata bahwa para ulama berkata,”Hikmah dari posisi tanganseperti itu ketika shalat adalah membuktikan sikap seseorang yang meminta dengan penuhkehinadinaan dan ketundukan. Keadaan seperti itu akan lebih mencegah dari sikap main-main (yang tidak ada kaitannya dengan shalat) dan justru akan lebih mendekatkan kepada kekhusyu’an. ”

10. Memandang ke tempat sujud

“Apabila shalat, Rasulullah biasa menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannyake tanah (ke tempat sujud). “(Hakim)

Adapun dalam duduk Tasyahhud dianjurkan memandang ke arah jari telunjuk tangannya yangdipergunakan untuk isyarat sambil digerak-gerakkan.

11. Menggerak-gerakkan jari telunjuk

Banyak sekali orang yang shalat mengabaikan masalah ini.Apalagi mereka tidak mengertitentang manfaatnya yang begitu besar dan dampak positif yang ditimbulkan dalam rangkamembantu tercapainya kekhusyuan. Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya menggerak-gerakkan jari telunjuk itu lebih dahsyat untuk mengalahkan syetandaripada besi. “(Ahmad)

12. membaca beragam surat, ayat, zikir, dan doa dalam shalat

Hal ini sangat membantu untuk selalu memiliki perasaan baru dalam menerima kandunganayat, zikir, dan doa yang dibacanya. Hal ini juga merupakan Sunnah Nabi bahkan lebihsempurna dalam mencapai kekhusyuan. Misalnya dalam doa iftitah, terkadang kita membaca:

Allahamumma baa’id baini wa baina khathaayaaaya kama baa’adta bainal masyriqi wal
maghribi ………….

Di lain kesempatan kita membaca:

Subhaanaka Allahumma wa bi hamdika wa tabaaraka ismuka wa taala jadduka wa laa ilaahaghaairuka

atau disaat yang lain membaca:

Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifan ………………

13. Membaca Sujud Tilawah bila membaca ayat sajdah

Melakukan Sujud tilawah ketika shalat itu besar sekali gunanya karena dapat menambahkekhusyuan dalam shalat.

14. Berlindung kepa Allah dari godaan syetan

Untuk menghadapi tipu daya setan, sekaligus untuk menghilangkan waswas yang dibisikkanoleh setan, nabi telah menunjukkan kepada kita terapi berikut ini:

“Abul Aash berkata,”Ya Rasulullah, sesungguhnya setan telah menghalang-halangi antaraaku dan shalatku serta bacaanku dan mengacaukannya terhadapku.” Lalu Rasulullahbersabda,”Itulah setan yang dinamakan Khanzab. Jika kamu merasakan keberadaannya makaberlindunglah kepada Allah darinya dan meludahlah ke sebelah kirimu tiga kali.”Kata AbulAash,” Lalu aku mengerjakan hal demikian itu, maka Allah menghilangkan hal itu dari diriku.”(Muslim)

“Sesungguhnya apabila salah seorang kamu berdiri shalat maka datanglah setan untuk mengacaukan shalatnya dan membuatnya ragu sehingga tidak mengerti berapa rakaat dia telah mengerjakan shalat. Apabila salah seorang dari kamu merasakan demikian, hendaklah sujud dua kali dalam keadaan duduk. “(Bukhari)

“Apabila salah seorang dari kamu mengerjakan shalat, lalu merasakan gerakan pada duburnya, apakah berhadats atau tidak, sehingga ia ragu-ragu maka sekali-kali janganlah keluar dari shalat (membatalkannya) sebelum mendengar (kentut) atau mencium baunya. ” (Thabrani)

15. Merenungi ihwal orang-orang salaf dalam mengerjakan shalat

Hal ini dapat menambah kekhusyaun dalam shalat sekaligus dapat terdorong untuk mengikuti jejak mereka. Misalnya seperti ibnu Zubair Radhiyallahu ‘anhu berdiri dalam melaksanakan shalat, dia bagaikan sebatang kayu karena khusyuknya. Ketika dia sujud, manjanik ‘peluru’ musuh mengenai bagian dari pakaiannya, namun dia tidak mengangkat kepalanya. Sebagian mereka ada pula yang mukanya berubah menjadi kuning apabila ia berwudhu untuk menunaikan shalat. Ketika ditanyakan kenapa seperti itu, dia menjawab,”Aku mengerti bahwa
aku akan berdiri di hadapan zat Yang Maha tinggi.”

16. Mengetahui keistimewaan khusyu’ dalam shalat

“Sesungguhnya seseorang yang mengerjakan shalat, tidaklah dicatat baginya dari shalat kecuali sepersepuluhnya, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, setengahnya. ” (Ahmad)

“Siapa orang muslim yang waktu shalat wajib tiba lalu berusaha menyempurnakan wudhu, khusyu, dan rukunya, maka shalatnya itu menjadi penghapus dosa-dosa selama setahun selama dia tidak mengerjakan dosa besar. ” (Muslim)

17. Bersungguh-sungguh dalam berdoa ditempat-tempat tertentu terutama dalam sujud

“Seseorang yang paling dekat kepada Allah ialah ketiak ia dalam keadaan sujud. Maka perbanyaklah berdoa (didalamnya). ” (Muslim)

18. Membaca dzikir-dzikir sesudah shalat

Jika kita mau mengamati dzikir-dzikir yang dibaca setelah shalat, akan kita dapatkan dzikir-dzikir tersebut mulai dengan istighfar sebanyak tiga kali. Bacaan istighfar itu menggambarkan seolah-olah orang yang shalat itu memohon ampunan kepada Allah atas segala kekurangan yang dilakukannya selama shalat, atas usahanya yang belum optimal dalam mencapai kekhusyuan dalam shalat.

19. Berusaha menghilangkan sesuatu yang dapat mengganggu orang shalat

Termasuk kategori semacam ini adalah berhati-hati melakukan shalat di tempat-tempat yang sangat gaduh an bising karena disampingnya banyak orang yang ngobrol ke sana ke mari. Hendaknya menghindarkan diri dari melakukan shalat ditempat-tempat hiburan dan segala sesuatu yang dapat mengganggu pandangannya. Di samping itu, hendaknya juga menghindarkan diri dari melaksanakan shalat ditempat-tempat yang amat panas.

20. Hendaknya tidak melakukan shalat dengan memakai pakaian yang ada hiasan, tulisan, warna-warni atau gambar-gambar yang mengganggu orang shalat

21. Jangan shalat sementara hidangan telah tersedia
“Tidak (boleh) shalat sementara makanan telah tersedia di hadapannya.” (Muslim)

22. Jangan mengerjakan shalat shalat sambil menahan buang air
“Apabila salah seorang kamu hendak pergi ke jamban sementara shalat telah dimulai, maka hendaklah didahulukan pergi ke jamban. ” (Abu Daud)

23. hendaklah tidak mengerjakan shalat dalam keadaan mengantuk
“Apabila salah seorang dari kalian mengantuk, sedangkan ia mengerjakan shalat, maka hendaklah tidur hingga hilanglah kantuknya, karena apabila mengantuk maka ia tidak mengerti yang seharusnya ia beristighfar, namun nyatanya ia mencaci maki dirinya sendiri. ” (Bukhari)

24. Hendaknya tidak shalat di belakang orang yang berbicara atau tidur
“Janganlah kamu melaksanakan shalat dibelakang orang yang sedang tidur dan jangan pula dibelakang orang yang sedang berbicara. ” (Abu Daud)

25. Tidak Menyibukkan diri dengan meratakan kerikil/pasir/tanah (Tempat Sujud)
“Janganlah kamu menyapu (pasir) padahal kamu sedang shalat. Tetapi jika kamu perlu maka (boleh) menyapu sekali saja. ” (Abu Daud)

26. Tidak mengganggu orang lain dengan bacaan (keras)
“Ketahuilah, sesungguhnya kalian sedang bermunajah kepada Allah, maka sekali-kali janganlah sebagian kamu mengganggu sebagian yang lain dalam shalatnya, dan janganlah sebagian kamu mengeraskan bacaan terhadap sebagian yang lain.” Atau beliau bersabda,”Janganlah sebagian dari kalian mengeraskan suara dengan bacaan al-Quran. ” (Ahmad)

27. Tidak Menoleh dalam Shalat
“Allah Azza wa Jalla senantiasa menghadap kepada seseorang yang tengah shalat selama ia tidak berpaling muka. Apabila ia berpaling muka maka Allah pun berpaling darinya. ” (Abu Daud)

28. Tidak menengadahkan Pandangan
“Apabila salah seorang dari kalian sedang melaksanakan shalat maka sekali-kali jangan menengadahkan pandangannya agar penglihatannya tidak berkilau. ” (Ahmad)

29. Tidak meludah ke arah depan ketika shalat

“Apabila seseorang dari kamu sedang shalat maka janganlah meludah ke depan karena Allah berada dihadapannya ketika ia sedang shalat. ” (Bukhari)
“Apabila salah seorang dari kalian berdiri shalat maka sebenarnya ia sedang bermunajah kepada Rabb-nya. Allah berada diantara dia dan kiblatnya. Janganlah meludah ke arah kiblatnya, tetapi hendaklah di sebelah kiri atau dibawah tumitnya. ” (Bukhari)

Apabila lantai masjid itu dilapisi sajadah dan sejenisnya sebagaimana yang kita saksikan pada zaman sekarang, maka bila dianggap perlu kita mengeluarkan sapu tangan atau sejenisnya lalu meludah ke dalamnya kemudian menyimpan sapu tangan tersebut.

30. Berusaha secara maksimal untuk tidak menguap ketika shalat
“Apabila salah seorang dari kalian sedang menguap dalam shalat maka tahanlah semampu mungkin karena setan masuk (mengganggunya). ” (Muslim)

31. Tidak Berkacak Pinggang
“Nabi melarang orang shalat dengan berkacak pinggang.” (Abu Daud)

32. Tidak mengulurkan kain sampai ke tanah dalam shalat
“Rasulullah melarang mengulurkan kain sampai ke tanah ketika shalat dan juga melarang seseorang menutup mulutnya. ” (Abu Daud)

33. Tidak boleh meniru-niru Binatang
Larangan meniru-niru binatang mencakup beberapa sifat shalat dan gerakannya. Ada riwayat bahwa Rasulullah melarang tiga perkara dalam shalat: mematuk seperti burung gagak (rukuk dan sujudnya cepat), membentangkan tangan bagaikan binatang buas, dan menguasai tempat tertentu (di dalam masjid untuk shalat) seperti unta menderum. (Ahmad)

REferensi:
33 sabab li al-khusyu’ fii al-shalat atau 33 Kiat Shalat khusyu’ Karya Muhammad al-Munajjid

Wallahu A’lam

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Februari 2011
    S S R K J S M
    « Jan   Mar »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28  
%d blogger menyukai ini: