Antara Hasrat dan Kebutuhan

Antara Hasrat dan Kebutuhan

Persamaan dari dua kata ini adalah saling mendukung satu dengan yang lainnya. Hasrat muncul ketika kebutuhan telah terpenuhi, dan kebutuhan bisa muncul untuk memenuhi hasrat itu sendiri.

Perbedaan antara dua kata ini terletak pada sumbernya sendiri yaitu hasrat seringkali dipengaruhi nafsu sedangkan kebutuhan dipengaruhi oleh naluri manusia itu sendiri.

Dua kata ini seringkali mempengaruhi kebutuhan manusia, jika nafsu sudah menguasai seseorang maka hasratnya akan mengembara. Namun, jika manusia bisa mengontrol nafsunya maka nalurinya akan terjaga sehingga dia tidak akan membutuhkan sesuatu yang sudah dimilikinya.

Jika nafsu sudah berkuasa, maka hasratpun mengembara. Akibatnya:

– Seorang pejabat menggelapkan uang Negara bermilyar-milyar.
– Seorang ahli ibadah akan berguru kepada dukun untuk menguasai alam ghaib
– Seorang yang beristri dua akan berselingkuh dengan salah satu wanita simpanannya
– Seorang pedagang mi rela membunuh pedagang mi lainnya agar jualannya tak ada duanya
– Seorang wanita berjilbab rela menanggalkan jilbabnya ketika kuliah di negeri kafir agar mudah mendapat teman
– Seorang gadis rela telanjang di depan lelaki yang sangat dikaguminya
– Seorang siswa lebih suka mejeng di mall daripada ngaji di Mesjid
– Segerombolan pemuda lebih rela mati-matian ngantri di pertandingan bola daripada menghadiri majlis Ta’lim
– Seorang pemudi lebih senang dan terhibur bila mendengarkan musik daripada murottal Qur’an
– Seorang pengacara lebih suka berbohong daripada kalah dalam sidang
– Seorang penguasa akan memerangi Negara yang lemah untuk memperoleh sumber alamnya
– Seorang Ulama rela berfatwa salah demi kelangsungan karirnya
– Contohnya masih sangat banyak sekali……

Tidak selamanya nafsu dan hasrat ini mengarah kepada hal yang negatif seperti di atas. Semuanya bergantung pada lingkungan tempat manusia itu berada. Jika lingkungan baik maka manusianya pun baik. Jika seseorang itu:

1. Sering melihat dan memandang hal yang baik-baik
2. Memasang pendengarannya kepada yang baik-baik, maka
3. Lisannya tidak akan berkata kecuali yang baik-baik pula, dan
4. Hati dan pikrannya pun akan terjaga.

Akal manusia yang memiliki 4 kriteria di atas akan cenderung ke arah yang positif, sehingga nafsu dan hasratnya pun terkontrol ke arah yang positif, akibatnya:

– Seorang pedagang bakso lebih suka memenuhi seruan adzan daripada meneruskan dagangannya
– Seorang Ibu rumah tangga yang sedang kehilangan kalung emas lebih suka mengikhlaskannya daripada menanyakannya ke Dukun (Tukang tenung)
– Seorang siswa lebih suka belajar di rumah daripada keliaran di mall
– Seorang gadis rela dijauhi para lelaki daripada melepas jilbabnya
– Seorang pemuda lebih suka menghapal dan mendengarkan Al-Qur’an daripada menghapal sya’ir nyanyian dan mendengarkan musik
– Seorang pejabat lebih suka ke kantornya dengan memakai kendaraan sendiri daripada kendaraan dinas
– Seorang lelaki lebih suka jadi kontraktor (Ngontrak rumah) daripada beli rumah dengan transaksi ribawi
– Seorang ayah lebih suka pergi ke Masjidil Haram daripada keliling Eropa dan Amerika
– Seorang ibu rumah tangga lebih suka mendengarkan Ta’lim daripada ngerumpi dengan tetangga
– Seorang Pria rela kebasahan oleh gerimis ketika menghadiri Sholat Subuh di Mesjid
– Seorang Ulama lebih baik kehilangan mad’unya (orang yang didakwahinya) daripada salah/keliru dalam berfatwa
– Seorang penguasa rela tidak tidur semalaman karena memikirkan keadaan rakyatnya.

Orang yang berakal baik akan memikirkan ayat-ayat ini:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (Q.S Al-Israa’: 36)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (Q.S: Ali Imran:190)

Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan” (Q.S: Al-Maidah:100)

Wallahu A’lam.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Agustus 2010
    S S R K J S M
    « Jul   Sep »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
%d blogger menyukai ini: