—Alasan-alasan yang Mengancam—

Alasan-alasan yang mengancam:

–          Seorang pelajar mendatangi paranormal tentang nasibnya di masa depan, lalu temannya menasehatinya untuk tidak mempercayai paranormal tersebut, namun dia beralasan “Aku kan cuma bertanya dan cuma menguji kehebatan dan kebenarannya, bukan beriman kepadanya ”

Padahal sudah dikatakan dalam suatu Hadits:

Dari ‘Imran bin Hushain Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “ Artinya : “Bukan dari golongan kami orang-orang yang meramal kesialan atau minta dilakukan ramalan terhadapnya, atau orang yang melakukan praktek perdukunan atau mendatangi dukun (menanyakan hal yang akan datang), atau melakukan sihir atau mantra disihirkan. Barang siapa mendatangi dukun lalu ia mempercayai apa yang dikatakannya, berarti dia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muahmmad Shallallahu ‘alaihi wa sallam” (H.R At-Thabrani dengan sanad Hasan lighoirihi oleh Syaikh Al-Albani dalam kitab Takhriij Ahaadiitsil Halaal wal Haraam)

–          Seorang pedagang mi sedang sakit hati dengan pedagang mi lainnya yang lebih laris daripadanya, lalu dia berniat untuk meracuni saingannya itu sampai mati. Kemudian istrinya menasehatinya. Pedagang itu pun beralasan “Tenang, aku akan melakukannya sembunyi-sembunyi, ini untuk kesuksesan karirku sebagai pedagang mi dan kebahagiaanmu juga sayang”

Padahal, Dari Ibnu Mas’ud rodhiallohu ‘anhu, dia berkata: “Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal ditumpahkan darah seorang muslim kecuali karena salah satu di antara tiga alasan: orang yang telah kawin melakukan zina, orang yang membunuh jiwa (orang muslim) dan orang yang meninggalkan agamanya memisahkan diri dari jamaah.” (HR. Bukhori dan Muslim)

–          Sepasang kekasih yang sedang pacaran bermesraan di tempat gelap, sang pria merayu si gadis untuk berbuat mesum lalu si gadis menolak dan memberitahukan akibat buruk dari tindakan itu, kemudian sang pria berlasan “Tenang sayang, aku tidak akan menghamilimu”.

Padahal, Rasulullah Sholallahu’alaihi wasallam bersabda: “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan perempuan (bukan mahram) karena yang ketiganya adalah syetan”. (HR. Abu Dawud)

Dari Al Miqdad ibnu Al Aswad berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada para sahabatnya mengenai zina ?, mereka menjawab, ‘Zina itu haram, diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.’ Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sungguh seorang laki-laki menzinai sepuluh wanita itu lebih ringan (dosanya) daripada menzinai istri tetangganya…..(Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (65)

–          Seorang pria sedang meneguk sebotol vodka, ketika seseorang menegurnya untuk tidak meminum khamr itu, dia beralasan “Aku kan minum tidak sampai mabuk hanya sekedar menghangatkan badan”.

Padahal Rasulullah Sholallahu’alaihi wasallam bersabda: “Tiap minuman yang memabukkan adalah haram (baik sedikit maupun banyak)”. (HR. Ahmad)

–          Ketika Azan berkumandang, seorang anak masih sibuk dengan PS4nya. Lalu ibunya menasehatinya, kemudian anaknya beralasan “ Nanti saja Ma, sengaja Allah menciptakan waktu sholat itu panjang agar tidak memberatkan umatnya”

Padahal Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya (Q.S 107: 4-5)

–          Seorang gadis mengaku Islam tapi tidak mengenakan jilbab, lalu temannya menasehatinya. Gadis itu pun beralasan “ Yang pentingkan saya berpakaian sopan dan berbuat baik sesama manusia”

Padahal Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka….(Q.S 24:31)

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang (Q.S 33:59)

–          Segerombolan anak muda sedang gila-gilaan memainkan musik dan nyanyian-nyanyian cengeng dan mengumbar syahwat, lalu seorang ‘alim menasehati mereka. Kemudian mereka beralasan “Musik kan tak ada dosanya dalam Islam”

Padahal Allah ‘Azza wa Jalla berfirman “Artinya : Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan ucapan yang tidak berguna” (Q.S Luqman : 6)

Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Artinya : Sesungguhnya akan ada segolongan orang dari kaumku yang menghalalkan zina, kain sutera, khamr, dan alat musik” (H.R Bukhari)

–          Seorang pria sedang merokok di samping temannya yang sedang menghidap penyakit TBC, si pengidap TBC ini menasehatinya agar tidak merokok lagi, lalu si perokok ini beralasan “Al-Qur’an saja tidak melarang, masa kamu bukan siapa-siapa berani melarang saya”

Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Artinya : Mereka menanyakan kepadamu, ‘Apakah yang dihalalkan bagi mereka’ Katakanlah, ‘Dihalalkan bagimu yang baik-baik” (Q.S: Al-Maidah : 4)

Dalam ayat Dalam menyifati Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah Ta’ala telah berfirman.
Artinya : “……..Dan Nabi menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” ( Q.S: 7:157)

Rasulullah sholallahu’alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh memberi mudharat (kepada orang lain) dan tidak memberi mudaharat (kepada diri sendiri)” (H.R Ibnu Majah dengan sanad Shohih)

Bahkan di bungkus Rokok itu sendiripun tertulis bahwa dia mengandung penyakit dan malapetaka.

–          Segerombolan wanita sedang ngerumpi dan menggosip tentang si A dengan asyiknya, kemudian seorang wanita yang ‘alim menasehati mereka. Kemudian mereka beralasan “Loh, yang kami ceritakan ini kenyataan, memang si A itu orangnya sombong dan jelek lagi”

Padahal, dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Tahukah kalian, apa itu ghibah.” Mereka menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda: “Yaitu, engkau menceritakan saudaramu apa yang tidak ia suka.” Ada yang bertanya: Bagaimana jika apa yang aku katakan benar-benar ada pada saudaraku?. Beliau menjawab: “Jika padanya memang ada apa yang engkau katakan, maka engkau telah mengumpatnya dan jika tidak ada, maka engkau telah membuat kebohongan atasnya.” (H.R Muslim)

–          Beberapa orang mahasiswi sedang asyik membaca zodiac, serta bergurau dengan sesamanya seolah-olah itu akan terjadi. Kemudian seseorang menasehati mereka, dan mereka pun beralasan “ Hei, kami kan cuma main-main, kami bukannya percaya dengan beginian”

Padahal Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:  “Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Beliau mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan demikian, tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Wallahu A’lam.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Juni 2010
    S S R K J S M
    « Mei   Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
%d blogger menyukai ini: