Duhai Para Perindu Surga

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ

“ Itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah, dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang ia kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya dan mendapatkan siksa yang menghinakan.” (Q.S. An Nisa’: 13-14)
Abu Hurairah Radhiallahu’anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Setiap umatku akan masuk Surga, kecuali orang yang engan,” Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulallah, siapakah orang yang enggan itu?’ Rasulullah menjawab, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk Surga dan barangsiapa yang mendurhakaiku dialah yang enggan”. (HR.Bukhari dalam kitab al-I’tisham) (Hadits no. 6851).

Saudara-saudariku seaqidah dan seislam yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, Umat Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam adalah generasi terakhir penghuni bumi ini yang akan berpeluang masuk ke dalam Surga dan tidak ada lagi ajaran lain atau golongan lain di zaman ini yang akan masuk ke dalam Surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala kecuali ajaran atau golongan Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam yaitu orang islam.

Setiap orang Islam akan masuk ke Surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa memandang sukunya, warna kulitnya, bentuk tubuhnya, usianya, negaranya, dan apapun status sosialnya jika dia orang Islam, maka dia akan masuk ke dalam Surga kecuali jika dia enggan.

Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam dalam hadits di atas mengatakan bahwa orang yang enggan adalah orang yang mendurhakai Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam apakah itu dalam bentuk perkataan, perbuatan, ataupun keraguan dalam hatinya. Oleh karenanya wahai Saudara-saudariku, janganlah kita menjadi orang yang enggan mengikuti ajaran Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam yang telah dijamin kebenarannya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana dalam Firman-Nya:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإسْلامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ
فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhna agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”(Q.S Ali Imran: 19)

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki maupun perempuan mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu ketetapan dalam urusan mereka, mereka memilih pilihan lain. Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia telah nyata-nyata sesat.” (Q.S. Al Ahzab: 36)

Saudara-saudariku seaqidah dan seislam yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita semua yang hidup di zaman ini yang tidak pernah bertemu dengan Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam tentunya tidak tahu dengan langsung apa yang menjadi perintahnya dan apa yang menjadi larangannya. Maka sebagai generasi Islam, kewajiban kitalah sekarang untuk mencari tahu apa yang diperintahkan oleh
Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam sebagai bentuk keta’atan kita dan mencari tahu apa yang dilarangnya agar kita tidak menjadi orang yang durhaka terhadapnya. Oleh karenanya, kewajiban kitalah sekarang mempelajari ilmu Syari’at yang bisa menghantarkan kita kepada Surga dengan memahami dua warisan yang ditinggalkan Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salaful Ummah.

Dengan demikian, mudah-mudahan saya dan Saudara-saudariku yang membaca artikel ini adalah bagian dari orang-orang penghuni Surga Allah ‘Azza wa Jalla.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    Maret 2010
    S S R K J S M
        Apr »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
%d blogger menyukai ini: