Cabang-cabang Iman

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اْلإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلإِيمَانِ

Dari Abi Hurairoh Rodhiallahu’anhu, Nabi Shollallohu’alaihi wa sallam bersabda, “Iman mempunyai lebih dari 60 cabang. Adapun malu adalah salah satu cabang dari iman” (Riwayat Bukhari No.9 dalam Fathul Bari Hal. 85)

Pelajaran yang dapat diambil:
Ibnu Iyad berpendapat, “Semua orang telah berusaha untuk menentukan cabang atau bagian iman dengan ijtihad. Karena menentukan hukumnya secara pasti sangat sulit untuk dilakukan. Tetapi tidak berarti keimanan seseorang akan cacat bila tidak mampu menentukan batasan tersebut secara terperinci”.

Orang-orang yang mencoba menghitung semua cabang tersebut tidak menemukan suatu kesepakatan, tetapi yang mendekati kebenaran adalah metode yang dikemukakan oleh Ibnu Hibban. Namun hal itu tidak menjelaskannya secara rinci, hanya telah diringkas oleh para ahli ‘ilmu bahwa iman terbagi menjadi beberapa cabang, yaitu:

• Perbuatan hati, termasuk keyakinan dan niat. Prilaku hati ini mencakup 24 cabang. Yaitu:
1. Iman kepada dzat, sifat, keesaan dan kekalan Alloh
2. Iman kepada malaikat
3. Iman kepada kitab-kitab
4. Iman kepada Rosul
5. Iman kepada Qodho dan Qodar
6. Iman kepada hari akhir
7. Iman kepada adanya alam kubur
8. Iman kepada adanya hari kebangkitan
9. Iman kepada adanya pengumpulan manusia di padang mahsyar
10. Iman kepada adanya hari perhitungan
11. Iman kepada adanya perhitungan pahala dan dosa
12. Iman kepada adanya surge dan neraka
13. Kecintaan kepada Alloh
14. Kecintaan kepada sesame
15. Kecintaan kepada nabi dan keyakinan akan kebesarannya
16. Sholawat kepada nabi dan melaksanakan sunnah
17. Keihklasan hati meninggalkan riba
18. Keihklasan hati meninggalkan kemunafikan
19. Keihklasan hati melakukan tobat dengan rasa takut dan harap
20. Keihklasan hati dalam bersyukur
21. Amanah
22. Sabar, ridho terhadap qodho dan qodar serta bertawakkal
23. Rahmah dan rendah hati
24. Meninggalkan kesombongan, iri, dengki dan amarah

• Perbuatan lisan yang mencakup 7 cabang keimanan yaitu:
25. Melafalkan Tauhid (Mengesakan Alloh)
26. Membaca Al-Qur’an
27. Mempelajari ‘ilmu
28. Mengajarkan ‘ilmu
29. berdo’a
30. berdzikir dan istighfar (mohon ampunan)
31. Menjauhi perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat

• Perbuatan jasmani yang mencakup 38 cabang iman, dengan rincian sebagai berikut
– Berkenaan dengan badan ada 15 cabang iman, yaitu:
32. Bersuci dan menjauhi segala hal yang najis
33. Menutup aurat
34. Sholat wajib dan sunnah
35. Membayar zakat
36. Membebaskan budak
37. Dermawan (termasuk member makan dan menghormati tamu)
38. Puasa wajib dan sunnah
39. Melakukan Haji
40. Melakukan Umroh
41. Melakukan Thawaf
42. Melakukan I’tikaf
43. Mengupayakan malam qadar (Lailatul Qadar)
44. Mempertahankan agama seperti hijrah dari daerah syirik
45. Melaksanakan nadzar
46. Melaksanakan kafarat

- Berkenaan dengan orang lain ada 6 cabang iman, yaitu:
47. Iffah (Menjaga kesucian diri) dengan menikah
48. Menunaikan hak anak dan keluarga
49. Berbakti kepada orangtua
50. Mendidik anak
51. Silaturrahim
52. Taat kepada pemimpin (atasan) dan berlemah lembut kepada pembantu (bawahan)

- Berkenaan dengan kemaslahatan umum ada 17 cabang iman, yaitu:
53. Berlaku adil dalam memimpin
54. Mengikuti kelompok mayoritas
55. Taat kepada pemimpin (‘Umaro dan “ulama) dalam kebaikan
56. Mengadakan Ishlah (perbaikan) seperti memerangi para pembangkang agama
57. Membantu dalam kebaikan seperti Amar ma’ruf dan nahi munkar
58. Melaksanakan hukum Alloh
59. Melakukan jihad
60. Amanah dalam denda dan hutang
61. Melaksanakan kewajiban hidup bertetangga
62. Menjaga perangai dan budi pekerti yang baik dalam berinteraksi dengan sesame seperti mengumpulkan harta di jalan yang halal
63. Menginfakkan sebagian hartanya di jalan Alloh
64. Menjauhi foya-foya danmenghambur-hamburkan harta
65. Menjawab salam
66. Mendo’akan orang yang bersin
67. Tidak menyakiti oranglain
68. Serius dan tidak suka main-main dalam keimanan
69. Menyingkirkan duri di jalanan.

Demikianlah semua cabang keimanan tersebut yang jumlahnya kurang lebih menjadi 69 cabang. Pembagian ini dapat dijumlahkan menjadi 79 cabang bila sebagian cabang di atas diperincikan kembali secara mendetail.

Dalam riwayat Muslim ditemukan tambahan kalimat. أَعْلَاهَا لآ إِلَهَ إِلَّا اللَّه وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَرِيْقِ (Yang tertinggi adalah kalimat Laa ilaaha illalloh, dan yang terendah adalah menyingkirkan duri dari jalanan). Hal ini menunjukkan adanya perbedaan antara sau cabang dengan cabang lainnya.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Wallohu A’lam

Sumber Referensi: Kitab Fathul Bari jilid I halaman 87 – 89.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kajian.Net
  • Kategori

  • rindusunnah.com
  • Calendar

    April 2011
    S S R K J S M
    « Mar   Mei »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: